Radar Jember - Apresiasi atas penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 terus mengalir dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang memuji konsistensi JFC hingga mampu menyejajarkan diri dengan karnaval elite internasional.
Menurut dia, JFC adalah kombinasi sempurna antara pariwisata dan ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.
"Melalui JFC, semua elemen itu dipadukan menjadi industri pariwisata, multiplier effect-nya sangat besar," kata Rahayu di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Sabtu (25/7).
Politisi Partai Gerindra sekaligus Ketua Umum TIDAR itu juga menilai hadirnya JFC memberi ruang bagi talenta kreatif lokal sekaligus mendongkrak produk unggulan Jember agar semakin go internasional.
Ia berkomitmen mendorong mitra kerja di pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, agar JFC masuk dalam kalender event resmi dunia.
"Kita mau memastikan kegiatan seperti ini menjadi patokan kalender wisatawan nusantara dan mancanegara," imbuh dia.
Kehadiran jajaran Komisi VII DPR RI—yang juga diisi Anggota DPR RI Fraksi PKB M. Toha—turut didampingi deretan tokoh nasional.
Di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, serta jajaran artis dan figur publik papan atas.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan JFC yang kini menginjak gelaran ke-24 berhasil mengukuhkan posisi sebagai karnaval terbesar kedua di dunia, dengan target utama menjadi nomor satu dunia lewat sinergi pemkab dan pusat.
"Ke depan, kami mohon dukungan agar bandara kita bisa diperbesar. Supaya pengunjung gampang datang ke Jember tanpa harus turun di Surabaya," katanya.
Merespons aspirasi itu, Rahayu mengamini bahwa kunci utama pengembangan parade kelas dunia ada pada aksesibilitasnya.
Ia menyambut baik usulan perluasan fasilitas bandara guna menyokong konektivitas wisatawan mancanegara secara langsung.
"Saya yakin suatu hari kita bisa melihat Jember Fashion Carnaval ini bisa masuk ke dalam kalender untuk karnaval-karnaval dunia," pungkasnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh