SUMBERBARU, Radar Jember - Pemkab Jember menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kesetaraan akses kesehatan. Melalui peluncuran Homecare, warga miskin dan penderita penyakit kronis kini bisa mendapat fasilitas dokter pribadi secara gratis.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menyatakan Homecare dirancang untuk merealisasikan prinsip keadilan sosial di bidang kesehatan.
Tahap awal, program ini menargetkan 25-50 ribu KK sasaran. "Kalau keluarga kaya punya dokter keluarga pribadi, kami berikhtiar bahwa keluarga miskin juga berhak punya dokter pribadi. Negara dan pemerintah harus hadir," katanya, saat launching Homecare di Puskesmas Sumberbaru, Jember, Jumat (24/7).
Homecare Pemkab Jember ini disokong dengan pengerahan 1.200 Nakes dari 50 Puskesmas, dengan memanfaatkan sekitar 50 kendaraan operasional milik semua kepala OPD dan Camat, yang sepenuhnya dibiayai APBD Jember. Jika butuh pengaduan, masyarakat bisa langsung via Wadul Guse.
Komitmen Pemkab Jember ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Kesehatan. Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, menilai penganggaran dan pemanfaatan aset daerah untuk Homecare ini adalah langkah out of the box yang sangat berani dan progresif.
"Ini luar biasa, pertama di Indonesia, saya sampai brebes mili. Bayangkan, mobil-mobil OPD, Pak Camat, dipakai antar-jemput orang, ini mana ada terjadi?" katanya, yang saat itu datang bersama Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule, dan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian.
Wamenkes menyatakan program ini sejalan dengan ide dan cita-cita presiden yang menghendaki ada peningkatan SDM Indonesia, salah satunya soal kesehatan.
"Saya sangat berterima kasih sama bupati. Sesuatu yang baik harus kita apresiasi. Ini pekerjaan sangat mulia, pemerintah pusat kami pastikan ikut membantu," imbuhnya.
Editor : Maulana RJ