Radar Jember - Kementerian Kesehatan RI mengapresiasi terobosan Pemkab Jember yang meluncurkan program Homecare bagi masyarakat kelas bawah.
Kemenkes bahkan berencana membawa inovasi ini ke pusat agar dapat direplikasi secara nasional sekaligus percontohan.
Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Homecare yang digagas Pemkab Jember merupakan terobosan pertama dan baru di Indonesia.
Program ini dinilai mampu menyelesaikan tantangan geografis daerah yang amat luas.
"Homecare ide dari Bupati Jember ini, kami sangat kagum. Orang tidak mampu dijemput dibawa ke sarana kesehatan, yang sakit didatangi," katanya, usai meresmikan Homecare di Puskesmas Sumberbaru, (24/7).
Ia menambahkan, Kemenkes akan mengundang Pemkab dan Dinas Kesehatan Jember ke Jakarta untuk memaparkan teknis pelaksanaan Homecare.
Kemenkes bakal menguji coba (piloting) program ini pada 2027 sebagai model layanan kesehatan nasional, khususnya untuk wilayah kabupaten berarea luas.
"Kita akan piloting dulu, jadi tahun-tahun ke depan kalau sukses, bisa dibuat secara nasional dan dipaparkan ke Presiden," lanjut Benjamin.
Merespons hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan kesiapannya mempresentasikan inovasi Homecare di hadapan jajaran Kemenkes.
Ia menilai respons positif dari pemerintah pusat merupakan bentuk dukungan atas keberpihakan daerah terhadap rakyat miskin.
"Kami bangga, dan mohon waktu sebulan dua bulan ini untuk penyempurnaan. Nanti akan kami presentasikan. Mudah-mudahan ini bermanfaat juga untuk daerah lain di Indonesia, sesuai dengan semangat Presiden dalam memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang tidak mampu," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh