Radar Jember - Pemkab Jember mengakui belum bisa memberangkatkan mahasiswa daerah penerima beasiswa ke luar negeri pada tahun anggaran 2026.
Kerja sama resmi (MoU) antara Pemkab Jember dengan kampus-kampus luar negeri hingga kini masih dijajaki.
Hal itu ditegaskan Bupati Jember Muhammad Fawait. Saat forum Pro Gus’e di SMPN 1 Jember, (17/7), ia mengatakan skema beasiswa kuliah tahun 2026 ini masih difokuskan untuk perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam negeri.
Nominal total anggarannya fantastis, mencapai Rp 59 miliar dengan kuota 4.200 mahasiswa.
"Untuk tahun ini kami masih belum bisa memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa Jember yang kuliah di luar negeri. Ada tahapan yang harus kita selesaikan, salah satunya MoU Pemkab dengan kampus-kampus luar negeri," kata Gus Fawait, sapaan dia.
Pendidikan, lanjut dia, tetap menjadi instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Jember secara berkelanjutan.
Meski begitu, Pemkab Jember memastikan rencana itu tidak dibatalkan, tapi ditunda.
Menurut dia, Pemkab tengah mengevaluasi dan membidik Timur Tengah dan Tiongkok (Cina) untuk program ini.
Gus Fawait menargetkan Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, untuk jangkauan kawasan Timur Tengah.
Sementara di Tiongkok, pertimbangan utamanya adalah faktor biaya yang relatif terjangkau serta posisinya sebagai kekuatan ekonomi dunia.
"Target kami di Al-Azhar dan Tiongkok. Kami percepat kerja sama konkret ini agar di tahun-tahun berikutnya anak-anak Jember sudah bisa kuliah ke sana dengan beasiswa," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh