Radar Jember - Pemerintah daerah memastikan pelaksanaan program Homecare yang resmi di-launching Jumat (24/7), telah sepenuhnya ready 100 persen.
Program dokter keluarga untuk warga tidak mampu ini diyakini menjadi terobosan pertama di Indonesia, dengan menerjunkan 1.200 Nakes dari 50 Puskesmas se-Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan program ini dirancang untuk memangkas hambatan akses kesehatan bagi warga miskin, lansia sebatang kara, ibu hamil berisiko tinggi, anak terindikasi stunting, hingga penyandang disabilitas.
"Kalau keluarga mampu bisa punya dokter keluarga sendiri, kami berikhtiar agar keluarga tidak mampu di Jember juga memiliki hak yang sama," kata Gus Fawait, sapaan dia, usai meninjau Puskesmas Pakusari, (22/7).
Ia menyatakan, Pemkab Jember telah melakukan simulasi homecare di sejumlah wilayah untuk memastikan kesiapan.
Mulai dari SDM, operasional, hingga apel kendaraan. Melalui program ini, nakes akan mendatangi langsung rumah-rumah warga sasaran untuk melakukan pemeriksaan dasar.
Jika pasien membutuhkan penanganan dokter umum hingga spesialis, disediakan layanan telemedisin.
Kebutuhan obat juga akan dikawal dan diantar langsung, serta pengawalan jika memerlukan rujukan ke Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Sebagai awalan, program ini menargetkan 50-100 ribu Kepala Keluarga (KK). Gus Fawait memastikan berjalannya program ini akan diikuti evaluasi berkala.
"Setiap kebijakan baru pasti ada kurang lebihnya. Kami terbuka terhadap masukan untuk menyempurnakan pelayanan ini," pungkas dia. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh