Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan setiap anak-anak Jember memiliki kesempatan sama dalam memperoleh pendidikan layak tanpa melihat latar belakang keluarganya.
Pesan itu ditegaskan Bupati Fawait saat memimpin Apel Siswa di SMPN 1 Pakusari, Senin (20/7).
Di hadapan ratusan pelajar SMP/MTs dalam rangkaian agenda Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku), ia membakar semangat generasi muda agar tak minder mengejar cita-citanya.
"Anak orang hebat atau keturunan 'darah biru' sekalipun bisa tak jadi apa-apa kalau tak punya ilmu. Sebaliknya, walau lahir dari keluarga miskin atau fakir, siapa pun bisa jadi ulama dan orang sukses asal mau berilmu," katanya.
Gus Fawait, sapaan dia, mengemukakan bahwa Pemkab Jember membuka peluang beasiswa kuliah untuk anak-anak Jember dengan kuota 4.000 lebih.
Di waktu yang sama, ia juga melempar peringatan keras terkait bahaya pernikahan dini atau bawah umur, yang menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya angka stunting akibat ketidaksiapan fisik ibu.
"Usia kehamilan ideal berdasarkan medis itu 21–35 tahun. Jadi jangan keburu nikah, kejarlah ilmu setinggi-tingginya. Kita harus putus rantai stunting dari bangku sekolah," katanya, disambut sorak pelajar putih abu-Abu saat itu.
Ia berpesan agar para siswa tidak menjadi berani menempa diri meraih mimpinya, meski memiliki keterbatasan ekonomi.
"Jangan jadi orang nanggung. Ibarat kayu setengah matang, tapi kalau besar sekalian, bisa dipakai buat pintu, kusen jendela, dan memberi manfaat luas," pungkas bupati bergelar doktor ilmu ekonomi itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh