Gus Fawait Imbau Siswa Pakusari Tunda Nikah, Sebut Keturunan 'Darah Biru' Tanpa Ilmu Tak Ada Artinya di Jember!

Maulana RJ • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:00 WIB
HANGAT: Moment Bupati Gus Fawait di sela-sela memimpin apel ratusan siswa SMP/MTs, dalam rangkaian program Bunga Desaku Pakusari, di SMPN 1 Pakusari, Senin (20/7). (MAULANA/RADAR JEMBER)
HANGAT: Moment Bupati Gus Fawait di sela-sela memimpin apel ratusan siswa SMP/MTs, dalam rangkaian program Bunga Desaku Pakusari, di SMPN 1 Pakusari, Senin (20/7). (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan setiap anak-anak Jember memiliki kesempatan sama dalam memperoleh pendidikan layak tanpa melihat latar belakang keluarganya.

​Pesan itu ditegaskan Bupati Fawait saat memimpin Apel Siswa di SMPN 1 Pakusari, Senin (20/7).

Di hadapan ratusan pelajar SMP/MTs dalam rangkaian agenda Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku), ia membakar semangat generasi muda agar tak minder mengejar cita-citanya.

Baca Juga: Tantang Direksi BUMD Mandiri Tanpa Menyusu ke APBD, Bupati Gus Fawait Beri Deadline 2 Minggu Buat Terobosan

​"Anak orang hebat atau keturunan 'darah biru' sekalipun bisa tak jadi apa-apa kalau tak punya ilmu. Sebaliknya, walau lahir dari keluarga miskin atau fakir, siapa pun bisa jadi ulama dan orang sukses asal mau berilmu," katanya.

Gus Fawait, sapaan dia, mengemukakan bahwa Pemkab Jember membuka peluang beasiswa kuliah untuk anak-anak Jember dengan kuota 4.000 lebih.

Di waktu yang sama, ia juga melempar peringatan keras terkait bahaya pernikahan dini atau bawah umur, yang menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya angka stunting akibat ketidaksiapan fisik ibu.

​"Usia kehamilan ideal berdasarkan medis itu 21–35 tahun. Jadi jangan keburu nikah, kejarlah ilmu setinggi-tingginya. Kita harus putus rantai stunting dari bangku sekolah," katanya, disambut sorak pelajar putih abu-Abu saat itu.

Baca Juga: Jember Siap Gelar Belasan Event Akbar Maraton Akhir Juli-Agustus 2026, Bupati Gus Fawait: Pokok Dunia-Akhirat Imbang!

Ia berpesan agar para siswa tidak menjadi berani menempa diri meraih mimpinya, meski memiliki keterbatasan ekonomi.

"Jangan jadi orang nanggung. Ibarat kayu setengah matang, tapi kalau besar sekalian, bisa dipakai buat pintu, kusen jendela, dan memberi manfaat luas," pungkas bupati bergelar doktor ilmu ekonomi itu. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Stunting Bunga Desaku Jember pakusari Gus Fawait