Bunga Desaku di Mayang: Ketua RT-RW hingga Kader Posyandu Kompak Sambat Soal Honor ke Bupati Jember

Maulana RJ • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25 WIB
Bupati Gus Fawait saat menyapa ratusan kader Posyandu dan Ketua RT-RW, se-Kecamatan Mayang, saat rangkaian Bunga Desaku, di Lapangan Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang, Jember, Rabu petang, (22/7). (Maulana/JPRJ)
Bupati Gus Fawait saat menyapa ratusan kader Posyandu dan Ketua RT-RW, se-Kecamatan Mayang, saat rangkaian Bunga Desaku, di Lapangan Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang, Jember, Rabu petang, (22/7). (Maulana/JPRJ)

MAYANG, Radar Jember - Langkah Bupati Jember Muhammad Fawait mendekatkan pelayanan, terus dipacu melalui program Bupati Ngantor di Desa/kelurahan atau Bunga Desaku.

Bertempat di Lapangan Desa Sumber Gejayan, Kecamatan Mayang, Rabu (22/7), orang nomor satu Jember itu hadir memboyong kabinetnya. Mulai dari jajaran Kepala OPD, Direktur BUMD, hingga Direktur Rumah Sakit.

​Dalam dialog tatap muka yang hangat bersama para kader Posyandu serta ketua RT dan RW se-Kecamatan Mayang saat itu, beragam unek-unek pun tumpah. Mulai dari masalah klasik perbaikan infrastruktur jalan, akses penerangan, kemudahan bantuan sosial, hingga isu krusial yang paling riuh disuarakan: kesejahteraan dan kenaikan insentif.

"Pertama, minta kenaikan honor, pak. Semenjak jadi RW selama 15 tahun, honornya dari 50 ribu sampai sekarang Rp188 ribu, kalau bisa ya dinaikkan, yang kedua jalan, yang ketiga penerangan jalan," kata salah satu ketua RW 7, Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru, Mayang, saat wadul langsung dengan bupati.

Mayoritas kader Posyandu serta ketua RT dan RW saat itu, terang-terangan meminta agar pemkab menaikkan nominal honorarium. "Berarti jalan halus, lampu terang, honor naik, yah pak?" sahut Bupati Fawait, disusul pecah tawa. 

​Menjawab cecaran aspirasi itu, Bupati Fawait menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran pimpinan dinas merupakan komitmen nyata bahwa pemerintah hadir dan tidak tutup mata. ​

Gus Fawait, sapaan dia, menjamin seluruh OPD yang diboyongnya mencatat setiap masukan sebagai bahan utama perencanaan pembangunan. "Memang ada hal-hal yang bisa diselesaikan jangka pendek, tetapi ada juga seperti infrastruktur yang harus masuk skala prioritas penganggaran tahun berikutnya," katanya, ditemui usai dialog.

​Ia menggarisbawahi, selain bertujuan mengakselerasi sosialisasi program unggulan seperti pengobatan gratis dan beasiswa, program Bunga Desaku didesain agar masyarakat desa dapat merasakan langsung kehadiran pemimpinnya tanpa sekat. 

​"Kami ingin warga desa merasa dihargai dan bahagia karena pemimpinnya hadir langsung mendengar keluhan mereka, sekaligus membawa solusi secara bertahap," pungkas Gus Fawait.

Editor : Maulana RJ
Jember Serap Aspirasi kader Posyandu Bunga Desaku Jember Gus Fawait