Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memberi tenggat waktu dua minggu kepada jajaran jajaran anyar Dewan Pengawas dan Direksi BUMD Jember untuk menyusun kebijakan strategis dan program kerja baru.
Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan, perombakan dan pelantikan manajemen baru Perumdam Tirta Pandalungan ini harus melahirkan terobosan bisnis yang tidak bergantung pada suntikan anggaran pemerintah daerah.
"Yang saya tunggu bukan kebijakan yang meminta anggaran besar dari APBD, tetapi terobosan yang kreatif dengan memanfaatkan sumber-sumber pendanaan yang sesuai aturan," katanya, usai melantik jajaran Dewan Pengawas BUMD dan Direksi Perumdam Tirta Pandalungan, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Senin (20/7).
Dalam pelantikan itu, Ardani Yusuf resmi menjabat sebagai Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan, didampingi Rofiih (Direktur Umum) dan Rendra Wirawan (Direktur Teknis).
Pemkab Jember juga mengukuhkan enam anggota Dewan Pengawas BUMD, yakni Evi Lestari, Agus Nur Yasin, Gatot Triyono, Mudahar Abusiri, Yudi Hartono, dan Danang Andriasmara.
Gus Fawait mengklaim kombinasi struktur baru ini ideal karena mengawinkan praktisi profesional dan mantan aktivis.
Ia mendorong manajemen berani mengambil keputusan yang out of the box dalam mengelola BUMD, termasuk Perumdam Tirta Pandalungan dan Perumda PDP Kahyangan, meski berisiko memicu polemik atau perbedaan pendapat di awal.
Baca Juga: Bunga Desaku di Pakusari: Gus Fawait Tantang Anak Jember Jadi Bupati Lewat Beasiswa
"Kalau ada kebijakan yang out of the box dan menimbulkan perbedaan pendapat di awal, tidak usah takut. Yang penting kita buktikan dengan kerja," tambah Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh