PAKUSARI, Radar Jember - Pemkab Jember terus menggenjot efektivitas program prioritas sekaligus mempererat komunikasi publik dengan warga. Lewat program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan) di Seger Nusantara, Pakusari, Senin (20/7) malam, Bupati Jember Muhammad Fawait menyerap langsung ratusan aspirasi warga setempat.
Dalam ajang silaturahmi tersebut, Bupati Fawait membeberkan komitmen Pemkab Jember dalam menjamin layanan mendasar masyarakat, mulai dari kesehatan hingga pendidikan.
Pada sektor kesehatan, Pemkab telah mengucurkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah demi merealisasikan layanan berobat gratis berbasis Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warga Jember.
Sementara di bidang pendidikan, Pemkab Jember menyiapkan alokasi beasiswa kuliah untuk lebih dari 4.000 mahasiswa. Ia juga mendorong para orang tua agar memotivasi anak-anak mereka menempuh pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
"Pendidikan tinggi adalah jalan untuk meningkatkan derajat hidup dan memutus rantai kemiskinan. Pemerintah siap memfasilitasi melalui beasiswa," katanya.
Lebih lanjut, Gus Fawait, sapaan dia, memberikan pesan menohok di hadapan ratusan warga Pakusari, malam itu. Ia mengingatkan bahaya jejak digital di era pesatnya media sosial yang kerap diabaikan publik.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati sebelum mengunggah konten di platform digital seperti TikTok maupun media sosial lainnya.
"Apapun yang kita unggah di media sosial itu tidak hilang, tersimpan. Bayangkan jika sekarang kita buat konten joget-joget di TikTok, 40 sampai 50 tahun lagi cucu kita masih bisa lihat," katanya, disambut gelak tawa warga.
Ia juga menutup pesan tersebut dengan meminta masyarakat memanfaatkan media sosial dengan bijak. "Tidak apa-apa menggunakan media sosial dan mengunggah konten, tapi gunakan secara bijaksana," pungkas politisi Partai Gerindra itu.
Editor : Maulana RJ