Diklaim Hemat Anggaran BPJS Kesehatan, Pengamat Sebut Homecare Pemkab Jember Bisa Diadopsi secara Nasional

Maulana RJ • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:59 WIB
Salah satu lansia di Dusun Sentong, Desa Karanganyar, saat diperiksa oleh petugas dari Puskesmas Ambulu, Jember. Upaya jemput bola itu lantaran sasaran yang kesulitan mengakses lokasi fasilitas kesehatan terdekat karena kendala usia. (Maulana/JPRJ)
Salah satu lansia di Dusun Sentong, Desa Karanganyar, saat diperiksa oleh petugas dari Puskesmas Ambulu, Jember. Upaya jemput bola itu lantaran sasaran yang kesulitan mengakses lokasi fasilitas kesehatan terdekat karena kendala usia. (Maulana/JPRJ)

KALIWATES, Radar Jember - Program kesehatan jemput bola bertajuk Homecare di Jember memantik perhatian dari sejumlah akademisi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (Unej), dr. Ulfa Elfiah, menyebut bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik dasar, tetapi juga layanan telemedicine gratis. "Program ini selaras dengan visi pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah pusat," katanya, (19/7). 

​Layanan ini menyasar kelompok rentan yang selama ini tak terlihat dan terisolasi dari fasilitas kesehatan akibat hambatan ekonomi maupun geografis. Di antaranya adalah lansia terlantar, anak penderita stunting dengan komorbid, ibu hamil risiko tinggi, serta penderita penyakit kronis. 

​Titik krusial yang disorot Ulfa adalah aspek digitalisasi data. Seluruh rekam medis dari ketukan pintu ke pintu ini langsung diintegrasikan ke Sistem Rekam Medik Elektronik (RME) di Puskesmas setempat. Integrasi data digital inilah yang dinilai mahal dan sering kali menjadi kelemahan program kesehatan pemerintah.

Ia meyakini, ​jika data lapangan ini akurat, pemerintah daerah bisa dengan mudah memetakan status kesehatan warga guna merancang strategi pencegahan penyakit secara presisi, sekaligus menekan pembengkakan klaim BPJS Kesehatan.

Ia berharap, dengan dengan basis data yang konkret, Jember berpotensi menjadi cetak biru (blueprint) pelayanan kesehatan merata, baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional. "Ini layak diadopsi secara nasional jika dikelola secara konsisten," imbuhnya.

Editor : Maulana RJ
homecare Jember Prabowo Subianto Kesehatan Gus Fawait