Radar Jember - Pemkab Jember memilih langsung turun ke lapangan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, khususnya di kawasan pinggiran yang paling rentan terkena dampak gejolak ekonomi.
Langkah taktis ini ditujukan untuk pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi akar rumput.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui inflasi ini tidak bisa dikendalikan dari balik meja gedung birokrasi.
Karenanya dalam setiap kesempatan turun, ia tidak sekadar menyapa, membawa paket bantuan sembako dan intervensi kebijakan sebagai bantalan ekonomi warga.
"Target kami adalah pengendalian inflasi. Ini tidak boleh cuma berfokus di kawasan kota, tetapi juga harus menyasar secara masif ke daerah-daerah pinggiran seperti Sumberjambe ini," katanya, saat Bunga Desaku, di Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, (29/6).
Gus Fawait menilai, langkah membagikan paket sembako di tengah masyarakat desa dinilai menjadi strategi jitu untuk menjaga stabilitas konsumsi warga di tingkat bawah.
Pemkab Jember juga mengombinasikan program daerah dengan bantuan pangan pusat guna menahan laju inflasi agar tidak mencekik masyarakat kecil.
Selain menjaga pasokan pangan, ia juga sesekali merespons keluhan warga yang menghendaki ada intervensi bantuan infrastruktur pertanian maupun jalan.
Ia menjanjikan, aspirasi ini bakal diintegrasikan dalam Perubahan APBD maupun APBD.
"Satu kegiatan ini harus memiliki multiplier effect. Kami tidak ingin diam saja. Kita kelola inflasi dari desa, kita amankan daya beli masyarakat, dan ujungnya adalah pengentasan kemiskinan," pungkas mantan anggota DPRD Jatim itu. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh