Radar Jember - Presiden Prabowo Subianto melayangkan teguran keras yang diarahkan langsung kepada korps birokrat, TNI, Polri, hingga kejaksaan. Ia memperingatkan para pejabat dan aparat penegak hukum agar tidak jumawa dengan pangkat serta fasilitas yang mereka nikmati, karena seluruhnya dibiayai oleh uang rakyat.
"Saya minta introspeksi, terutama para birokrat kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi," kata Prabowo, saat meresmikan lima bendungan secara simbolis di Lombok Barat, NTB, Jumat, 10 Juli 2026.
Dengan nada tinggi, mantan Panglima Kostrad itu mengingatkan bahwa hakikat melekatnya kekuasaan adalah untuk melayani publik, bukan sebaliknya. Pangkat dan atribut mentereng yang menempel pada seragam aparat dinilai dia tidak sah tanpa legitimasi masyarakat.
"Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu!" cetus Prabowo. Ia juga menunjuk korps adhyaksa yang kerap merasa berada di atas angin. "Kejaksaan, Anda pakai bintang juga, kau! Kau juga milik rakyat!" selorohnya.
Baca Juga: Prabowo Dorong Koperasi Merah Putih Kuasai Rp223 Triliun Dana Desa, Perang Lawan Rentenir?
Di sisi lain, Prabowo mengklaim kabinetnya mencatat sejumlah pencapaian dalam waktu singkat. Namun, ia mengakui langkah pemerintahannya masih tertatih-tatih akibat gempuran balik dari berbagai kelompok kepentingan. "Kita bersyukur prestasi yang sudah dihasilkan, (meski) dengan perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor itu," katanya.
Editor : Maulana RJ