Radar Jember - Potret kemiskinan tersaji di salah satu gubuk ringkih yang menjadi tempat bernaung Sucipto, warga RT 04, RW 08, Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.
Dinding kayunya sudah menghitam dimakan usia, lapuk, dan penuh celah. Atapnya tak lagi mampu menahan air hujan.
Rumah lusuh ini menjadi salah satu suguhan saat Bupati Jember Muhammad Fawait, bertemu warga sekitar, Senin (14/7).
Di sela-sela meninjau pembangunan infrastruktur irigasi pertanian, ia melihat langsung hunian hunian yang jauh dari kata layak itu.
"Ini tadi pak kades mengusulkan, ada masyarakat yang perlu dibantu perbaikan rumahnya," kata Gus Fawait, sapaannya, kepada warga pemilik rumah, ditemani jajaran OPD dan kepala desa setempat.
Ia menegaskan, Pemkab Jember berkomitmen melakukan intervensi dengan menggandeng pemerintah pusat melalui skema bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang terus dikebut secara bertahap.
"Tahun ini insya Allah ada sekitar 1.000 lebih rumah yang akan kita bangun. Nanti dicicil lagi tahun depan, tahun depan, dan tahun depan. Memang tidak bisa selesai semua dalam satu tahun, tapi kami bergerak," katanya.
Tak sekadar memperbaiki fisik rumah, Gus Fawait memastikan keluarga miskin di kategori desil 1 dan desil 2 (paling rentan) akan mendapat jaminan masa depan.
Anak-anak mereka bakal disekolahkan gratis di Sekolah Rakyat dengan fasilitas penuh: mulai dari laptop hingga jaminan makan bergizi gratis tiga kali sehari plus camilan.
Di sisi lain, untuk mendongkrak ekonomi warga, proyek perbaikan rumah dan pembangunan infrastruktur jalan dan pertanian di kawasan itu akan menggunakan sistem padat karya.
"Kami juga mohon info dari masyarakat, kalau ada rumah-rumah yang tidak layak huni, silahkan disampaikan kepada kami melalui Wadul Guse," pintanya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh