Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Prevalensi Stunting Tiga Desa di Jember ini Sisa 1,21 Persen, Buah Manis Gerakan Militan Sweeping Rumah

Maulana RJ • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:50 WIB
Kegiatan Posyandu di Dusun Sumberan Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu, Jember, (13/7/2026). (Maulana/JPRJ)
Kegiatan Posyandu di Dusun Sumberan Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu, Jember, (13/7/2026). (Maulana/JPRJ)

AMBULU, Radar Jember - Penanganan stunting dan pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas di Jember mulai menunjukkan pergerakan positif. Seperti yang terpantau di wilayah kerja Puskesmas Ambulu Jember ini.

Kini tak lagi sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan (faskes). Mengadopsi strategi jemput bola, para tenaga kesehatan (nakes) kini bergerak militan menyisir rumah-rumah warga secara door-to-door. ​Langkah ini untuk memastikan tidak ada satu pun anak, ibu hamil, maupun ibu nifas yang luput dari intervensi medis.

​Bidan Pustu Karanganyar Ambulu, Dwi Agustin, mengungkapkan bahwa pelayanan lapangan ini dirancang untuk mengatasi problem klasik di masyarakat, yakni keengganan berobat akibat keterbatasan pengantar.

Melalui aksi sweeping rutin, ia bersama para kader posyandu turun langsung ke pemukiman untuk memantau tumbuh kembang anak, membagikan vitamin, hingga melakukan pemeriksaan check-up bagi ibu pascamelahirkan.

​"Kami tidak ingin ada anak yang terlewat. Jika ada yang absen di Posyandu, kami yang mendatangi rumah mereka. Termasuk melakukan pemantauan intensif selama 40 hari bagi ibu nifas dan bayi baru lahir yang secara adat belum diizinkan keluar rumah," katanya, saat ditemui (13/72026).

​Strategi penanganan model semacam ini diyakini efektif menekan angka stunting di wilayah tersebut. Di Pos 37 Karanganyar misalnya, dari total 48 anak yang masuk sasaran pantau, tercatat hanya ada satu kasus stunting dan kini berada dalam penanganan intensif. "Setiap pos tidak selalu ada stuntingnya, jadi sedikit," tambah Agustin.

​Upaya nakes dan kader di lapangan ini linier dengan performa capaian di tingkat puskesmas. Kepala Puskesmas Ambulu, Widiarti, memaparkan bahwa berdasarkan hasil kurasi data terbaru, tren stunting di wilayah kerjanya yang meliputi Desa Ambulu, Desa Tegalsari, dan Desa Karanganyar, kini berada di angka yang sangat rendah.

​"Dari total sasaran riil sebanyak 2.404 anak di tiga desa tersebut, kasus stunting yang terkoreksi kini hanya menyisakan 29 kasus. Jika dipresentasekan, angka stunting kami berada di angka 1,21 persen," katanya, saat ditemui.

​Dia juga menyebut, capaian menekan stunting ini tidak lepas dari integrasi jaminan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) Pemkab Jember, ditambah layanan antar-jemput bagi pasien yang membutuhkan penanganan kedaruratan. 

"Jika ada sasaran yang tidak bisa datang ke Posyandu, kami bersama kader kunjungan rumah, sweeping istilahnya, termasuk bagi ibu-ibu yang tidak sempat membawa anaknya ke Posyandu," tambah dia.

Editor : Maulana RJ
#Jember #Stunting #UHC Jember #universal health coverage (uhc) #Puskesmas