Radar Jember - Pemkab Jember mulai melakukan percepatan terhadap realisasi program-program di bidang pertanian, termasuk pembangunan infrastruktur pertanian di desa-desa.
Langkah taktis ini dipantau langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait saat turun ke lapangan meninjau proyek pembangunan irigasi pertanian, di Desa Wonojati, Senin sore (13/7).
Dalam kesempatan itu, ia memantau langsung konstruksi dan spesifikasi irigasi pertanian sepanjang puluhan meter tersebut dan mengobrol dengan sejumlah pekerja yang merupakan warga setempat.
Ia mengemukakan bahwa pemerintah pusat telah memanjakan petani Jember dengan gelontor anggaran jumbo hingga Rp 312 miliar yang dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur pertanian sepanjang tahun anggaran 2025 dan 2026.
"Hari ini kita meninjau langsung di lapangan, selain pembangunan irigasi, juga ada program optimalisasi lahan (Oplah) seluas 20 hektare di Desa Wonojati ini yang menjadi pilot project," katanya, di sela-sela inspeksi.
Ia juga menegaskan, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen menggenjot sektor tani. Setelah membidik 4.000 sekian hektare pada 2025, luasan lahan yang dioptimalisasi ditargetkan meroket hingga 7.070 hektare pada 2026.
Ditambah pembangunan irigasi pompa (irpom) di 90 - 100 titik, lengkap dengan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Baca Juga: Siapkan Senjata Hukum, Gus Fawait Sentil Provider Ngawur yang Rusak Kawasan Segitiga Emas Jember
"Pembangunannya kami serahkan langsung ke masyarakat, yang membangun harus warga sekitar, pekerjanya dari lokal. Tujuannya apa? Agar perputaran uangnya di Jember, dan pendapatan masyarakat langsung terkerek naik saat proyek berjalan," imbuh presiden Laskar Sholawat Nusantara itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh