Radar Jember - Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD Negeri dan SMP Negeri, belum lama ini, dipastikan berjalan transparan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan, seluruh proses seleksi yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten wajib berjalan secara terbuka.
Meski menjamin transparansi, ia meminta masyarakat ikut mengawal jalannya SPMB agar tidak ada praktik lancung titip-menitip kuota yang kerap merugikan calon siswa yang berkompeten atau yang berhak.
"Saya ingatkan, tolong (SPMB) dilakukan sebaik mungkin, keterbukaan sedapat mungkin," katanya, saat ditemui dalam kesempatan bertemu warga Sukorambi, belum lama ini, (28/7).
Ketegasan ini ia tunjukkan dengan menjamin bahwa dirinya selaku kepala daerah sama sekali tidak melakukan intervensi ataupun menaruh titipan nama dalam proses seleksi tahun ini.
Ia berharap langkah ini dicontoh oleh seluruh pejabat di lingkungan dinas pendidikan, demi memastikan setiap anak di Jember memiliki hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses sekolah negeri.
"Bupati saja satu pun tidak ada yang saya titipkan. Jadi jangan sampai karena titipan si A atau titipan si B, terus yang asalnya tidak lolos, malah diloloskan. Kasihan mereka yang sebenarnya punya hak untuk lolos," tegas dia.
Untuk menutup celah kecurangan, Gus Fawait, sapaan dia, mempersilakan warga untuk tidak segan melaporkan ke kanal aduan resmi pemkab, jika menemukan indikasi kecurangan berupa penyelundupan siswa jalur titipan.
"Saya meminta peran dari masyarakat. Kalau ada hal-hal atau indikasi-indikasi titipan, tolong sampaikan kepada kami," pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh