Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait mendorong anggota DPRD Jember tidak hanya sibuk dengan urusan domestik daerah.
Ia mengharapkan para legislator ini mulai jemput bola ke pemerintah pusat di Jakarta demi mengawal program-program strategis nasional agar turun ke Jember.
Menurut dia, sinergi antara eksekutif dan legislatif tidak boleh mandek pada fungsi pengawasan anggaran daerah semata.
DPRD, kata dia, memiliki posisi tawar politik yang kuat untuk melobi kementerian dan lembaga di pusat.
"Makanya tadi saya minta (usai rapat paripurna) dibantu oleh DPRD, ayo kita ke Jakarta," kata Gus Fawait, sapaan dia, ditemui usai menyampaikan pidato, dalam rapat paripurna pengesahan Perda, di Gedung DPRD Jember, 27 Juli lalu.
Sebagai mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode, Gus Fawait meyakini bahwa kekompakan eksekutif dan legislatif ini menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Sebaliknya, disharmoni antara keduanya justru bisa memicu ragam masalah.
"Ketidak-kompakan eksekutif dan legislatif menimbulkan banyak hal, salah satunya banyak program-program prioritas yang tidak masuk ke Jember, tol kita ndak masuk, bandara tetap seperti itu, pariwisata ndak masuk prioritas," bebernya.
Gus Fawait mengakui bahwa ia sering melakukan kunjungan politik, sowan ke sejumlah elite di Senayan maupun ke berbagai kementerian.
Dalam beberapa kesempatan itu, ia juga mengaku kerap mendapatkan pertanyaan mengenai kondisi perpolitikan di daerah, antara eksekutif dan legislatif.
"Banyak pejabat-pejabat di Jakarta menanyakan, hubungan eksekutif dan legislatif, dan kami yakinkan bahwa eksekutif dan legislatif di Jember hari ini tidak ada masalah, kompak," pungkasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh