Radar Jember - Penolakan terhadap imunisasi anak masih menjadi batu sandungan besar bagi pelayanan kesehatan di Jember.
Di kawasan pinggiran, program perlindungan anak ini kerap terbentur anggapan bahwa vaksinasi bersifat haram.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui rendahnya cakupan imunisasi ini berdampak cukup fatal.
Salah satunya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jember tetap bertengger di zona merah.
“Memang masalah di Jember ini, beberapa di antaranya adalah angka kematian ibu dan bayi, serta masih kurangnya kesadaran masyarakat akan imunisasi. Contoh, ada yang bilang imunisasi ini haram. Saya sampaikan, berdasarkan fatwa MUI menetapkan bahwa imunisasi halal,” tegas Gus Fawait, saat turun menyapa masyarakat dan kader Posyandu, dalam rangkaian Bunga Desaku Sukorambi, Minggu (28/6).
Gus Fawait meyakini, ketakutan dan keraguan publik yang masih tinggi mengindikasikan bahwa sosialisasi selama ini belum menyentuh substansi masalah.
Karenanya demi mengejar ketertinggalan capaian imunisasi, ia turun langsung menyosialisasikan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu pula, Gus Fawait juga mendorong Puskesmas dan para kader Posyandu untuk lebih masif, door-to-door membujuk warga.
"Imunisasi itu halal. Maka kita sampaikan tadi supaya tidak ada keraguan, sehingga tingkat imunisasi di Jember bisa lebih baik lagi," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)