Radar Jember - Suasana senja di Desa Pringgondani, Kecamatan Sukorambi, mendadak riuh, Senin (29/6).
Warga yang tinggal di kawasan tidak jauh dari hutan lereng kaki Gunung Raung itu tampak antusias begitu menyambut Bupati Muhammad Fawait, hadir langsung di tengah-tengah mereka.
Bagi warga Pringgondani, kedatangan bupati menjelang petang itu adalah momen langka.
Maklum, desa pinggiran yang hampir berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi ini cukup terpencil, menempuh waktu lebih dari satu jam perjalanan dari pusat Kota Jember.
Baca Juga: Momen Hangat Gus Fawait saat Temui Warga Pelosok Utara Perbatasan Jember Bondowoso
"Kita harus bahagiakan masyarakat, kita hadir, masyarakat bertemu pemimpinnya, tanpa jarak, kita bercerita, berbahagia, dan tertawa bersama," kata Gus Fawait dengan gaya merakyatnya.
Kehadiran orang nomor satu di Jember ini merupakan bagian dari program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku).
Warga mulai dari guru ngaji, emak-emak majelis taklim, mlijo, pelaku UMKM, kader posyandu, hingga ketua RT/RW, demi menyuarakan isi hati mereka.
"Kami tidak hanya sosialisasi program. Kami ingin hadirkan program yang betul-betul diinginkan masyarakat, bukan semata keinginan pemimpinnya," katanya.
Di penghujung acara, suasana makin cair saat warga berebut berswafoto bersama sang bupati, sebelum berpamitan menembus pekatnya malam.
"Kami memohon doa, doakan kami agar tetap bisa membawa Jember Baru, Jember Maju, menjadi lebih baik lagi," pungkas dia. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh