Radar Jember - Pemerintah daerah kembali menegaskan komitmennya dalam pemerataan pelayanan dasar, khususnya di sektor kesehatan.
Meski program jaminan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) telah menggratiskan biaya berobat, kualitas pelayanan di lapangan dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa akses gratis ke puskesmas dan rumah sakit tidak akan berdampak signifikan jika tidak dibarengi dengan reformasi birokrasi pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional.
Baca Juga: Momen Hangat Gus Fawait saat Temui Warga Pelosok Utara Perbatasan Jember Bondowoso
"Hari ini seluruh warga Jember sudah bisa berobat gratis. Tapi bukan cuma gratis, kualitas pelayanannya juga harus terus ditingkatkan," katanya, saat bertemu warga di Balai Desa Cumedak, dalam rangkaian Bunga Desaku Kecamatan Sumberjambe, Senin (29/6).
Saat itu, ia sempat melakukan inspeksi ke Puskesmas Sumberjambe dan menyisir ruang pendaftaran, ruang tunggu, hingga ruang rawat inap.
Ia mewanti-wanti soal kecepatan respons medis dan keramahan petugas yang sering kali dikeluhkan masyarakat pada fasilitas kesehatan pelat merah ini.
Bahkan, soal birokrasi rujukan pasien yang lambat dan berbelit-belit juga menjadi sorotan utama.
Ia mengingatkan setiap pasien rujukan, utamanya dari wilayah pelosok, tidak terkatung-katung dan bisa langsung mendapatkan penanganan dari dokter spesialis dengan fasilitas terbaik.
"Saya meminta kolaborasi antara Rumah Sakit Kalisat dan Rumah Sakit dr. Soebandi untuk mengawal rujukan dari puskesmas. Pasien harus segera ditangani oleh dokter terbaik," pungkas mantan anggota DPRD Jatim ini. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh