Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Momen Hangat Gus Fawait saat Temui Warga Pelosok Utara Perbatasan Jember Bondowoso

Maulana RJ • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB
Gus Fawait saat bertemu dengan warga Pringgondani, saat rangkaian giat Bunga Desaku di Kecamatan Sumberjambe, Senin petang (29/6). (Maulana/JPRJ)
Bupati Gus Fawait, didampingi Kades Rudi Haryanto, saat bertemu dengan warga Pringgondani, saat rangkaian giat Bunga Desaku di Kecamatan Sumberjambe, Senin petang (29/6). (Maulana/JPRJ)

 

PRINGGONDANI, Radar Jember - Suasana senja di Desa Pringgondani, Kecamatan Sukorambi, mendadak riuh, Senin (29/6). Sekitar 1.000 lebih warga yang tinggal di kawasan tidak jauh dari hutan lereng kaki Gunung Raung itu tampak berseri-seri saat orang nomor satu di Jember, Bupati Muhammad Fawait, hadir langsung di tengah-tengah mereka.

​Bagi warga Pringgondani, kedatangan bupati menjelang petang itu adalah momen langka. Maklum, desa pinggiran yang hampir berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi ini terletak cukup terpencil, menempuh waktu lebih dari satu jam perjalanan dari pusat Kota Jember. Jarang sekali ada pejabat tinggi yang mau menginjakkan kaki di sana.

​Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Fawait ini merupakan bagian dari program andalannya, Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku). Tak kurang dari 1.000 warga, mulai dari guru ngaji, emak-emak majelis taklim, pedagang keliling (mlijo), pelaku UMKM, kader posyandu, hingga ketua RT/RW berkumpul demi menyuarakan isi hati mereka.

​"Kita harus bahagiakan masyarakat kita. Termasuk saat kita hadir, masyarakat bertemu pemimpinnya, kita datang, kita sapa mereka tanpa jarak. Kita bercerita, berbahagia, dan tertawa bersama," kata Gus Fawait dengan gaya khasnya yang hangat dan merakyat.

​Bukan sekadar seremonial dan bagi-bagi sembako, ia menegaskan bahwa kedatangannya ke wilayah pinggiran ini bertujuan merombak sistem perencanaan penganggaran daerah. Ia ingin APBD Jember ke depan benar-benar lahir dari rahim kebutuhan masyarakat bawah, bukan sekadar keinginan sepihak dari penguasa.

​Dalam dialog yang gayeng diselingi humor, bupati muda ini menghujani warga dengan berbagai program prioritas. Salah satunya adalah jaminan berobat gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC).

​"Kami pastikan tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien UHC dengan yang non-UHC. Ini penting disampaikan langsung karena masyarakat di pelosok belum banyak yang tahu selain dari media sosial," katanya.

​Segala keluh kesah warga, mulai dari permintaan perbaikan jalan, saluran irigasi, hingga bantuan alat pertanian langsung dicatat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diboyong ke lokasi untuk segera dieksekusi dalam APBD maupun Perubahan APBD.

​Di penghujung acara, suasana makin cair saat warga berebut berswafoto bersama sang bupati. Sebelum berpamitan menembus pekatnya malam di kaki Gunung Raung, Gus Fawait menitipkan satu pesan menyentuh kepada warga. ​"Kami memohon doa, doakan kami, doakan pemimpin kita, agar tetap bisa membawa kemajuan. Khususnya untuk Jember Baru, Jember Maju, menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.

Editor : Maulana RJ
#Jember #pelosok #Bunga Desaku Jember #Bondowoso #Gus Fawait