Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sempat Lama Absen, Program Bunga Desaku Kembali Hadir demi Sulap Keluhan PKL hingga Mlijo Masuk Skema APBD Jember!

Maulana RJ • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:13 WIB
KEMBALI TURUN: Bupati Gus Fawait saat kesempatan bertemu dengan para pelaku UMKM, saat kegiatan Bunga Desaku, di Kantor Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6). (MAULANA/RADAR JEMBER)
KEMBALI TURUN: Bupati Gus Fawait saat kesempatan bertemu dengan para pelaku UMKM, saat kegiatan Bunga Desaku, di Kantor Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6). (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Setelah sekian lama absen, salah satu program andalan pemerintah daerah yakni Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), kembali hadir, di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6).

Dalam Bunga Desaku edisi ini, Bupati Jember Muhammad Fawait secara terbuka mengemukakan soal pentingnya perencanaan anggaran yang presisi.

Ia mengakui, proses penyusunan anggaran daerah menjadi sangat krusial dan tidak bisa diputuskan di balik meja dinas. 

 Baca Juga: Bakal Telan Dana Rp 2 Triliun, Bupati Gus Fawait Beberkan Jadwal Eksekusi Proyek Raksasa PLTSa di Jember!

"Semangatnya adalah semangat pelayanan publik. Seperti yang disampaikan fraksi (DPRD Jember) perlu perbaikan perencanaan dalam proses perencanaan penganggaran," kata Gus Fawait, sapaan dia, Minggu (28/6).

​Menurutnya, perencanaan anggaran yang sehat harus berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Karenanya, ia sengaja memboyong seluruh OPD untuk langsung mendengar aspirasi masyarakat akar rumput.

​Pemkab Jember mengumpulkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari guru ngaji, ketua pengajian, pedagang kaki lima (PKL), pelaku UMKM, pedagang keliling (mlijo), kader Posyandu, hingga ketua RT dan RW.

Baca Juga: Sidak Gunungan Sampah 30 Meter TPA Pakusari, Bupati Gus Fawait Warning Keras: Stop Saling Menyalahkan!

Gus ​Fawait memerintahkan seluruh kepala dinas yang hadir untuk mencatat setiap keluhan warga guna dimasukkan dalam skema anggaran resmi. ​

"Harapannya adalah ada pemerataan pelayanan, dan bagaimana kita menyerap semakin banyak, input dan aspirasi yang diberikan masyarakat kepada pemkab, dan akan diwujudkan saat penganggaran APBD maupun PAPBD," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#umkm jember #Bunga Desaku Jember #Mlijo #Gus Fawait