Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Klaim Sukses Swasembada Pangan, Prabowo Kini Ultimatum Kabinet Amankan Sektor Energi

Maulana RJ • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:17 WIB
Presiden Prabowo, memberikan keterangan usai acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Dok. Setpres)
Presiden Prabowo, memberikan keterangan usai acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Dok. Setpres)

Gorontalo, Radar Jember - Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia kini berada di jalur yang benar menuju kemandirian penuh, menyusul capaian positif di sektor swasembada pangan. Keberhasilan memangkas ketergantungan impor pangan ini disebut Prabowo sebagai bukti nyata bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Kini, fokus utama pemerintahan dialihkan untuk mereplikasi kesuksesan tersebut ke sektor energi.

Dalam arahan terbarunya, Prabowo menegaskan bahwa swasembada energi adalah target mutlak berikutnya yang tidak bisa ditawar. Ia menyoroti kerentanan geopolitik global yang dapat mengancam pasokan bahan bakar nasional kapan saja jika Indonesia terus bergantung pada pasar luar negeri.

"Kita sudah buktikan di sektor pangan bahwa kita mampu. Sekarang, giliran sektor energi yang harus swasembada. Tidak ada alasan untuk menunda," kata Prabowo dalam siaran pers resmi Istana, usai acara Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan 2026, di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Ironi Tragis Eks Kepala BGN Dadan Hindayana: Pagi Dicopot Prabowo, Sore Resmi Pakai Rompi Pink Kejagung!

Untuk mengejar target energi tersebut, pemerintah akan menggenjot produksi bahan bakar berbasis komoditas domestik, termasuk mempercepat transisi ke biodiesel dan bioetanol.

Prabowo juga memerintahkan jajaran kementerian terkait untuk memangkas regulasi yang tumpang tindih demi memuluskan investasi di sektor energi terbarukan.

Namun, klaim kesuksesan pangan ini bukannya tanpa catatan. Sejumlah pengamat mengingatkan bahwa mempertahankan stabilitas pangan jauh lebih sulit daripada sekadar mencapai target musiman.

Baca Juga: PLN Klaim Listrik Jawa Berangsur Normal, Publik Telanjur Menanggung Rugi

Kini, publik menunggu apakah ambisi swasembada energi ala Prabowo ini akan benar-benar terealisasi, atau justru membentur tembok tebal birokrasi dan keterbatasan infrastruktur. "Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apapun untuk BBM kita, untuk energi kita,” imbuh Prabowo.

Editor : Maulana RJ
#pangan dan energi #swasembada pangan #Presiden Prabowo Subianto #gorontalo #krisis energi