Radar Jember - Pemkab Jember tengah memeras otak untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tengah sorotan tajam soal efektivitas regulasi daerah, Bupati Jember Muhammad Fawait memilih mengoptimalkan keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ketimbang menaikkan upeti dari rakyat.
Langkah politik anggaran ini mengemuka di sela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jember, (226).
Di hadapan para legislator, Bupati Fawait menegaskan perbaikan regulasi kali ini menjadi langkah ekspansi bisnis dua perusahaan pelat merah itu.
"Saya pikir kita ingin memperluas. Kita tidak ingin meninggalkan apa yang dikerjakan hari ini, tapi ingin memperluas dan menambahi hal baru yang tujuannya adalah optimalisasi pendapatan. Begitu," katanya, usai rapat.
Selama ini, implementasi sejumlah Perda di Jember yang dinilai tumpul dan hanya menjadi macan kertas, juga diakui Bupati Fawait.
Ia menepis anggapan soal lemahnya penegakan aturan.
Baginya, enam raperda yang disodorkan saat itu (termasuk dua raperda tentang BUMD) adalah murni kebutuhan.
Gus Fawait, sapaan dia, juga menyatakan bahwa menarik pajak lebih tinggi dari kantong warga Jember di tengah situasi ekonomi saat ini adalah langkah tidak populer yang berisiko memicu resistensi sosial.
"Saya pikir itu (Perda-perda) sangat urgen ya bagi Jember. Termasuk kita ingin menaikkan pendapatan daerah tanpa menaikkan pajak, maka BUMD kita dorong," tambah Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh