Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PLN Klaim Listrik Jawa Berangsur Normal, Publik Telanjur Menanggung Rugi

Maulana RJ • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:05 WIB
Momen peresmian masuknya jaringan listrik perdana di kawasan TNMB di Jember, medio Juni 2025 lalu. (Maulana/JPRJ)
Momen peresmian masuknya jaringan listrik perdana di kawasan TNMB di Jember, medio Juni 2025 lalu. (Maulana/JPRJ)

 

​SURABAYA, Radar Jember - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur akhirnya melempar pernyataan resmi terkait pemadaman massal yang melumpuhkan sejumlah wilayah. Manajemen mengklaim pasokan daya ke sistem kelistrikan Jawa berangsur pulih setelah salah satu pembangkit yang sempat "ambruk" kembali beroperasi.

​"Kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah berangsur normal," ujar Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur, Kemas Abdul Gaffur, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22 Juni 2026).

​Namun, pernyataan normatif ini dinilai terlambat dan gagal menjawab akar masalah. Seperti pola klasik penanganan krisis BUMN, PLN lagi-lagi hanya melempar permohonan maaf dan meminta masyarakat maklum atas ketidaknyamanan yang terjadi.

​Publik justru mempertanyakan komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Pemadaman yang terjadi mendadak membuktikan bahwa sistem mitigasi dan pasokan daya cadangan mereka masih rapuh. Alih-alih memberikan kompensasi konkret atas kerugian ekonomi aktivitas warga dan pelaku usaha, PLN justru sibuk mengarahkan pelanggan yang masih terdampak untuk melapor mandiri via aplikasi PLN Mobile.

​Hingga saat ini, manajemen PLN belum membuka secara transparan apa penyebab utama runtuhnya sistem di pembangkit tersebut. "Apabila terjadi gangguan di lokasi tertentu, pelanggan dapat segera melaporkan," tambahnya.

Editor : Maulana RJ
#jawa timur #pemadaman listrik #listrik padam #BUMN #PLN