Radar Jember - Gelombang aksi demonstrasi yang silih berganti mengepung Kabupaten Jember belakangan ini ditanggapi santai oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Alih-alih melihatnya sebagai rapor merah atau instabilitas daerah, ia justru menilai riuhnya jalanan oleh demonstran sebagai indikator sehatnya demokrasi dan berkah bagi pedagang kecil.
Demo baru-baru ini digawangi oleh dua arus massa dengan agenda bertolak belakang.
Di satu sisi, aliansi mahasiswa turun ke jalan menyuarakan kritik tajam terhadap rentetan kebijakan pemerintah yang dinilai mencekik rakyat.
Di sisi lain, giliran ratusan pekerja dan mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggelar aksi tandingan demi menuntut keberlanjutan program prioritas tersebut.
"Saya pikir ini baik, ada yang kontra, ada massa besar yang pro MBG," kata Bupati Fawait, usai menyampaikan nota pengantar enam Raperda, saat rapat paripurna di Gedung DPRD Jember, Minggu (21/6).
Menurutnya, benturan opini antara kubu pro dan kontra adalah hal yang wajar dalam iklim reformasi. "Inilah tandanya bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik," tambahnya.
Baca Juga: Dobrak Pola Lama, Bupati Fawait Gandeng FEB Unair Berantas Kemiskinan Jember Pakai Riset Ilmiah!
Lebih jauh, Gus Fawait, sapaan dia, menilai bahwa sepanjang aksi berjalan tertib tanpa kerusuhan, kehadiran massa dalam jumlah besar justru membawa dampak ekonomi instan bagi sektor informal di sekitar lokasi unjuk rasa.
"Cita-cita reformasi, insya Allah berjalan dengan baik. Sehingga perlu kita hormati, dan kalau dilakukan secara tertib, tidak ada rusuh dan lain sebagainya, itu berdampak baik buat PKL, UMKM, dan lain sebagainya," imbuh mantan anggota DPRD Jatim itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh