Bupati Gus Fawait Desak Anak Muda Masuk Pengurus Poktan Jember, Kejar Target Digitalisasi Administrasi Pertanian!

Maulana RJ • Dipublikasikan Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:30 WIB
DORONG KEMAJUAN PERTANIAN: Bupati Gus Fawait, bersama jajarannya, saat kesempatan bertemu pengurus poktan dan menyerahkan bantuan pertanian, di Kantor DTPHP Jember, 6 Juni 2026. (MAULANA/RADAR JEMBER)
DORONG KEMAJUAN PERTANIAN: Bupati Gus Fawait, bersama jajarannya, saat kesempatan bertemu pengurus poktan dan menyerahkan bantuan pertanian, di Kantor DTPHP Jember, 6 Juni 2026. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Pemkab Jember mulai tancap gas mendorong peremajaan struktural di tubuh Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Langkah ini diambil guna mempercepat digitalisasi administrasi sekaligus memicu regenerasi sektor pertanian yang kian didominasi usia senja.

​Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan Poktan sudah tidak bisa ditawar lagi.

Kendati demikian, ia meluruskan bahwa kebijakan ini bukan berarti mendepak pengurus lama.

Baca Juga: Gandeng Pesantren dan Guru Ngaji, Bupati Gus Fawait Bidik Sampah Jember Jadi Sumber PAD Baru

​"Kami mendorong perlunya ada peremajaan, lebih tepatnya memasukkan putra-putri petani yang muda untuk menjadi pengurus Poktan," katanya, saat kesempatan bertemu pengurus Poktan dan menyerahkan bantuan pertanian, di Kantor DTPHP Jember, pada 6 Juni 2026.

Gus ​Fawait, sapaan dia, menginstruksikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember untuk segera berkoordinasi dengan para camat dan pengurus Gapoktan/Poktan setempat.

Targetnya jelas: memperkuat lini administrasi kelompok. ​

"Hari ini kecepatan informasi, pengajuan (administrasi), dan sebagainya sangat cepat. Maka perlu ada regenerasi untuk petani-petani muda. Bukan merombak, tapi menambahi anak-anak muda untuk bergabung," tegas dia.

Baca Juga: Gus Fawait Bocorkan Proyek Hijau Rp1 Triliun, Solusi Mutakhir Atasi Masalah Sampah Menahun di Kabupaten Jember

​Sinyal positif peremajaan ini sebenarnya mulai tumbuh di tingkat akar rumput. ​

Ketua Poktan Suka Maju, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Rahwini, mengungkapkan bahwa stabilitas harga pangan menjadi daya tarik utama yang memicu minat pemuda untuk kembali ke sawah.

​"Alhamdulillah, sudah ada enam pemuda tani yang belajar bertani, khususnya di sektor pangan. Bahkan sekretaris dan bendahara saya sekarang sudah anak muda yang berlatar belakang sarjana teknik sipil," katanya. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember poktan digitalisasi petani muda Gus Fawait