Radar Jember - Pemerintah daerah mendorong pemerintah pusat untuk membukakan jalan bagi para lulusan SMK di Jember agar bisa berkarir ke luar negeri.
Langkah ini diutarakan langsung Bupati Jember Muhammad Fawait, saat menerima lawatan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, ke Jember, Minggu (14/6).
Gus Fawait, sapaan dia, mendorong sinergi program Go Global bersama Kementerian P2MI untuk menaikkan kelas pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jember agar mampu bersaing di negara-negara maju dengan jaminan kesejahteraan yang jauh lebih baik.
"Ini anak-anak kami, adik-adik kami, khususnya yang di SMK, mudah-mudahan di Kementerian P2MI ada program yang Go Global untuk SMK," katanya, di hadapan Wamen P2MI Dzulfikar.
Melalui skema SMK Go Global dan SMK 3+1 yang dirancang oleh kementerian terkait, siswa atau alumni SMK berpeluang menimba pengalaman sekaligus berkarir.
Mereka akan ditempa 1 tahun masa intensif untuk penguasaan bahasa asing serta pemantapan skill.
Negara tujuannya meliputi Jepang, Korea Selatan, Turki, hingga Jerman, dengan bidang populer seperti manufaktur, teknik, pariwisata, keperawatan (caregiver), perhotelan dan Ausbildung (vokasi sambil kerja).
Gus Fawait berharap, sinergi ini menjadi motor penggerak utama dalam memutus rantai pengangguran di Jember.
Baca Juga: BGN Moratorium Dapur Baru, Bupati Gus Fawait Malah Kebut Perluasan Penerima Manfaat MBG di Jember!
"Adik-adik yang mau kuliah kita kasih beasiswa, yang mau jadi PMI, ada program pelatihan dikirim ke negara-negara maju, sehingga PMI kita nasibnya bisa jauh lebih baik," imbuh Gus Fawait.
Wamen P2MI Dzulfikar mengutarakan bahwa Presiden Prabowo, Oktober 2025 lalu, telah meluncurkan SMK Go Global dan memberikan peluang 40 ribu anak-anak Indonesia mendapatkan beasiswa untuk program Upskill.
"Tentu harapannya, 100 persen dari 40 ribu itu bisa ditempatkan di negara-negara tujuan sesuai kompetensi, dan perlindungan ini harus meliputi persiapan, pemberangkatan, selama di negara penempatan, sampai mereka kembali ke dalam negeri," kata Dzulfikar. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh