Radar Jember - Persoalan distribusi pupuk bersubsidi mulai mendapat atensi serius dari pemerintah daerah.
Di tengah guyuran kuota pupuk subsidi secara nasional, petani di Jember disinyalir masih kerap gigit jari lantaran kesulitan mendapatkan hak mereka.
Kondisi ini memicu kecurigaan kuat adanya praktik monopoli dan permainan culas oleh oknum distributor maupun kios pupuk.
Merespons itu, Bupati Jember Muhammad Fawait langsung mengambil sikap tegas.
"Soal pupuk subsidi dan non-subsidi, kami telah meminta Dinas Pertanian kolaborasi dengan Pupuk Indonesia untuk melakukan pengawasan, guna memastikan petani yang berhak mendapatkan tanpa kesulitan," katanya, saat memberikan terbuka, di Kantor DTPHP Jember (6/6).
Ia menilai, kelangkaan atau kerumitan yang dialami petani dalam menebus pupuk subsidi saat ini merupakan sebuah anomali.
Menurutnya, pemerintah pusat telah menggenjot volume pupuk subsidi.
"Karena jumlah kuota pupuk subsidi nasional telah ditambah, lebih banyak. Jadi aneh kalau petani masih ada yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi," sindir dia.
Baca Juga: Gus Fawait Blak-blakan: BGN Era Nanik S. Deyang Harus Bersih dan Mampu Putar Ekonomi Desa Jember
Lebih lanjut, Gus Fawait mengingatkan seluruh jaringan distribusi pupuk di wilayahnya agar tidak main-main dengan hajat hidup petani.
Ia memastikan langkah hukum dan administratif siap dijatuhkan kepada para spekulan yang terindikasi melakukan penimbunan, mematok harga di atas HET, atau menerapkan sistem paket yang merugikan.
"Dinas Pertanian Jember akan berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia untuk melakukan tindakan tegas, jika ada kios-kios yang kurang baik, maka kami tidak ragu mengusulkan pencabutan izin kios tersebut," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh