Radar Jember - Karut-marut distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk sektor pertanian dan perikanan di Jember belakangan ini memaksa Bupati Muhammad Fawait angkat bicara.
Di tengah gelombang keluhan petani dan nelayan yang kesulitan mendapatkan haknya, orang nomor satu di Jember ini menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Bupati Fawait juga menjanjikan reformasi birokrasi di sektor hulu distribusi.
Baca Juga: Gus Fawait Blak-blakan: BGN Era Nanik S. Deyang Harus Bersih dan Mampu Putar Ekonomi Desa Jember
"Terkait masalah bahan bakar yang sempat ramai kemarin, insya Allah kita upayakan ada perbaikan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait pembelian BBM subsidi ini," katanya, saat memberi keterangan terbuka bertajuk Pro Guse, di Kantor DTPHP Jember (6/6).
Sengkarut BBM bersubsidi di Jember belakangan memang menjadi sorotan tajam.
Tidak hanya nelayan, petani juga mengeluhkan rumitnya birokrasi dan kendala di lapangan untuk mengakses solar subsidi, padahal pasokan dari pusat diklaim aman.
Gus Fawait tidak menampik adanya sumbatan dalam rantai distribusi itu. Ia mengakui adanya kelemahan sistem pengawasan internalnya.
Baca Juga: Jelang Laga Krusial Liga 4, Gus Fawait Ajak 2,6 Juta Warga Jember Jadi Pemain ke-12 Persid
"Beberapa waktu lalu memang ada kejadian terkait BBM subsidi, kuotanya sebenarnya ada. Kalau memang ada kendala (pendistribusian), kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," ucapnya.
Ia menegaskan, secara statistik, komitmen anggaran untuk sektor agraria di Jember sebenarnya sangat besar, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD.
Meski dihantam kritik soal tata kelola BBM subsidi itu, ia optimistis dan menargetkan perombakan SOP ini akan menjadi fondasi bagi kebangkitan sektor pangan Jember dalam jangka menengah.
"Insyaallah, 2 sampai 5 tahun ke depan, sektor pertanian di Jember akan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," pungkas politisi Partai Gerindra itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh