Radar Jember - Di tengah guncangan skandal korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, riak optimisme justru datang dari daerah.
Pemkab Jember secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap nakhoda baru BGN, Nanik Sudaryati Deyang, usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (8/6).
Bupati Jember Muhammad Fawait, menilai perombakan petinggi BGN ini sebagai momentum krusial mengembalikan marwah program strategis nasional ini.
Menurut dia, rekam jejak Nanik di BGN dinilai menjadi garansi mutu untuk program ini tidak lagi menjadi ladang bancakan.
"Kami tahu track record-nya. Selama ini, Bu Nanik sangat kencang dan tanpa kompromi memastikan dapur MBG berjalan sesuai standar," katanya, dalam keterangan terbukanya, Senin (8/6).
Ia mengemukakan MBG bukan sekadar soal membagikan makanan atau pemenuhan gizi, namun sebagai motor ekonomi yang masif di perdesaan.
"Contohnya jeruk di Jember barat, dulu Rp3-4 ribu per kilo, kini Rp10-15 ribu per kilo sejak MBG berjalan, ini multiplier effect yang luar biasa," katanya.
Lebih jauh, Gus Fawait, sapaan dia, menilai MBG efektif membangun pemerataan APBN yang selama ini banyak tersedot di ibukota.
Baca Juga: Mayjen Trenggono Resmi Gantung Seragam TNI demi Urus Program MBG, Jadi Waka BGN, Ini Alasannya!
Ia bahkan mengalkulasi, jika 400 dapur MBG beroperasi seluruhnya di Jember, maka akan ada potensi perputaran uang hingga Rp4,6 triliun.
Meski begitu, Gus Fawait mengakui tata kelola MBG belum sepenuhnya ideal di lapangan. Namun ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan lepas tangan dan bakal memperketat pengawasan demi efektivitas program ini.
"Soal program ini belum ideal, itu tugas dan tanggung jawab kami di daerah untuk ikut mengawasi. Kami siap bersinergi penuh agar BGN di bawah kabinet Bu Nanik bisa berlari kencang," pungas Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh