Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait mengeluarkan peringatan keras kepada para pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pengurus yayasan di Jember.
Ia mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang berani memonopoli atau memotong jalur pasokan logistik dalam Program MBG dengan menyingkirkan pelaku usaha lokal.
Langkah tegas ini ia sampaikan saat penyerahan hibah 23 truk dan 25 pikap untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di depan Kantor Pemkab Jember (8/6).
Baca Juga: Titip Pesan Khusus untuk Masa Depan Jember, Bupati Gus Fawait Bakar Semangat Mahasiswa di Yogyakarta
"Ke depan, KDKMP inilah yang akan menjadi supplier dari keberadaan SPPG di Jember," katanya.
Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan bahwa mata rantai pasokan kebutuhan MBG di Jember wajib hukumnya melalui KDKMP.
Langkah ini demi memastikan perputaran uang dari program triliunan rupiah itu murni dinikmati oleh masyarakat bawah, bukan korporasi besar.
Ia mensinyalir adanya potensi celah monopoli yang mengesampingkan peran usaha mikro di tingkat desa.
“Saya ingatkan kepada para kepala SPPG, pengurus yayasan, yang tidak melibatkan UMKM, yang tidak melibatkan KDKMP, untuk berhati-hati. Jangan main-main, kepolisian kejaksaan sedang memantau,” katanya, mengingatkan.
Gus Fawait menambahkan bahwa KDKMP dibentuk bukan untuk menjadi pesaing baru bagi toko kelontong atau swasta yang sudah ada. Tapi mengunci ruang-ruang ekonomi agar tidak dikuasai segelintir spekulan.
"Filosofi koperasi adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro, dan mengurangi ketimpangan pendapatan," imbuhnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh