Radar Jember - Kunjungan resmi Delegasi Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), bersama Konsulat Jenderal RRT di Surabaya, di Pendopo Wahyawibawagraha kemarin (2/6), diyakini bukan sekedar penjajakan kerjasama pembangunan daerah, tetapi juga untuk ekspansi bisnis potensi daerah.
Hal itu terlihat saat Bupati Jember Muhammad Fawait, memperkenalkan sejumlah komoditi unggulan Jember, mulai dari tembakau dan cerutu, edamame, hingga komoditi emas hitam yakni kopi.
Ia mengharap, Direksi PDP Kahyangan Jember yang turut hadir dalam pertemuan itu, bisa menangkap peluang emas menjadi eksportir kopi ke Negeri Tirai Bambu.
Baca Juga: Singgung Infrastruktur Bandara Jember, Bos Lion Group Tantang Gus Fawait Bangun Runway 3.000 Meter
Hal ini mengingat BUMD pemkab ini memiliki core bisnis utama di bidang perkebunan, utamanya kopi.
"Tadi hadir juga jajaran direksi PDP untuk menindaklanjuti ke depan. Mudah-mudahan ini menjadi potensi, selain mereka ingin berinvestasi di Jember, juga ada barang-barang produk Jember yang bisa diekspor dan dikerjasamakan," kata Gus Fawait, sapaan dia.
Ekspor kopi Jember sendiri, telah dilakukan oleh sejumlah pihak, salah satunya melalui Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember. Bahkan tembakau cerutu dan edamame, juga telah rutin. Dan kopi PDP Kahyangan, diharapkan dapat menyusul kesuksesan ekspor dua komoditi tersebut.
Meski begitu, Gus Fawait menekankan kerja sama internasional -seperti ekspor- ini tidak boleh pincang sepihak. Prinsip keadilan ekonomi dan saling menguntungkan, wajib dikedepankan.
"Saya garis bawahi bahwa yang menguntungkan kedua belah pihak: China harus untung, Indonesia harus untung, Jember harus untung, termasuk rakyat Jember," imbuh dia.
Editor : Maulana RJ