Radar Jember - Maskapai raksasa nasional Lion Group telah resmi membuka interkoneksi global dari Jember melalui rute yang beroperasi empat kali sepekan (Senin, Rabu, Jumat, Minggu), per Senin kemarin (1/6/2026).
Melalui satu tiket, warga Jember kini bisa terhubung ke 144 kota di Indonesia dan 200 kota di dunia via transit Surabaya.
Namun, untuk benar-benar menerbangkan pesawat besar jenis Boeing atau Airbus langsung dari aspal Jember ke Jeddah atau Madinah, ada syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Baca Juga: Jaga Rekor Clean Sheet! Persid Jember Segel Juara Grup P Usai Bungkam Persemay Maybrat 1-0
Presiden Direktur Lion Group, Daniel Putut Adi Kuncoro, mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur Bandara Notohadinegoro saat ini menjadi faktor penentu utama.
Menurutnya, agar pesawat berbadan lebar dapat mendarat dan lepas landas dengan aman, bandara tersebut membutuhkan perpanjangan runway yang sangat signifikan.
"Perlu infrastruktur yang sangat panjang (runway) sehingga memungkinkan pesawat-pesawat (Boeing atau Airbus) tadi bisa mendarat di sini. Mungkin nanti Pemkab Jember, Bupati Gus Fawait langsung memperpanjang sepanjang 3.000 meter," kata Daniel, saat ikut meresmikan rute penerbangan Jember Surabaya PP, (1/6/2026).
Daniel menjelaskan, sebelum megaproyek perpanjangan runway 3.000 meter itu terealisasi, opsi paling logis bagi jemaah umrah Jember saat ini adalah memanfaatkan integrasi satu hari sampai via Surabaya. Dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB dari Jember, jemaah diproyeksikan sudah bisa melaksanakan salat di Masjidil Haram pada siang hari berikutnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa perpanjangan runway memang telah menjadi bagian dari rencana panjangnya. Meski begitu, ia menegaskan hari ini Jember memegang predikat sebagai salah satu daerah dengan jemaah umrah terbanyak di Jawa Timur, yang menurutnya juga harus diakomodasi oleh pemerintah. "Ini (penerbangan) akan mempermudah masyarakat Jember untuk bisa beribadah ke Tanah Suci," imbuh dia.
Editor : Maulana RJ