Radar Jember - Pemkab Jember mulai mengambil langkah tegas demi mengawal kesuksesan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui surat resmi tertanggal 26 Mei 2026, yang ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jember sekaligus Ketua Harian Satgas MBG Jember, Indra Tri Purnomo, Pemkab Jember mengomandoi gerakan pemetaan potensi masalah secara besar-besaran.
Tak tanggung-tanggung, tim khusus lintas sektor bentukan Satgas MBG Kabupaten Jember langsung diterjunkan untuk menggelar supervisi ini secara serentak dan maraton.
Baca Juga: 207 Dapur MBG di Jember Sudah Ngebul Layani Penerima, Kepala BGN: Saya Harap Jadi 400 Dapur
Operasi penyisiran skala besar ini berlangsung sejak Jumat pagi hingga petang (29/5/2026), dengan menyasar total 209 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 31 kecamatan se-Jember.
Langkah super ketat ini sengaja diambil guna mendeteksi dini setiap hambatan yang berpotensi menggagalkan program prioritas tersebut di tingkat akar rumput.
"Dalam rangka mendukung kebijakan nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis, maka diperlukan kesiapan dan sinergi yang baik dari seluruh pihak terkait," kata Indra, dalam petikan surat tersebut.
Indra Tri Purnomo dalam instruksinya meminta sinergi total dari seluruh pihak. Di lapangan, para Camat memimpin langsung jalannya supervisi di wilayah masing-masing.
Mereka didampingi oleh unsur komando teritorial, penegak hukum, serta instansi kesehatan, yakni jajaran Koramil, Polsek, Kepala Puskesmas, Koordinator SPPG Kecamatan, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masuk dalam Satuan Tugas MBG Kabupaten Jember.
Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Perumahan Rakyat, Dinas Koperasi, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kominfo, Dinas Tenaga Kerja, hingga seluruh Camat se-Jember.
Fokus utama dari gerakan maraton ini adalah memetakan potensi masalah (mitigasi risiko) yang meliputi kesiapan infrastruktur dapur, higienitas proses memasak, rantai pasok bahan baku bergizi, hingga pola distribusi makanan agar tepat waktu dan tepat sasaran kepada penerima manfaat.
Bukan sekadar formalitas di atas kertas, setiap tim kecamatan diwajibkan menyusun Formulir dan Berita Acara Hasil Supervisi Pemetaan secara riil di lapangan.
Dokumen hasil 'sidak' dan evaluasi menyeluruh dari 209 dapur tersebut langsung dihimpun oleh para Camat untuk diserahkan langsung kepada Satuan Tugas MBG Kabupaten Jember sebagai bahan rekomendasi kebijakan strategis selanjutnya.
Baca Juga: Sidak Maraton Dapur MBG Jember: Limbah Cucian Ompreng Dibuang Tanpa IPAL, Izin SLHS masih Bodong!
Gerakan taktis dan masif Pemkab Jember ini memicu perhatian publik. Banyak pihak menilai, langkah cepat ini bisa menjadi preseden positif bagaimana pemerintah daerah bersikap proaktif, responsif, dan enggan kecolongan dalam mengawal program bernilai strategis nasional ini.
Editor : Maulana RJ