Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

TPA Pakusari Kritis, Gus Fawait Instruksikan Dunia Usaha dan Sekolah Jadi Motor Penggerak Pilah Sampah dari Hulu

Maulana RJ • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB
“Perlu dibantu oleh semua pihak, yang jelas kami akan berjuang, insya Allah masalah sampah di Jember ini bisa kita selesaikan." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
“Perlu dibantu oleh semua pihak, yang jelas kami akan berjuang, insya Allah masalah sampah di Jember ini bisa kita selesaikan." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Sengkarut pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari yang tak kunjung usai terus menjadi sorotan belakangan ini.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, kondisi krisis sampah saat ini merupakan warisan kegagalan birokrasi masa lalu yang tidak patuh pada regulasi sejak hampir dua dekade silam.

"Ini kan sebetulnya kami ketiban sampur. Ini masalah sejak tahun 2008, urusan TPA Pakusari ini," katanya, saat ditemui, belum lama ini (23/5).

Menurutnya, payung hukum mengenai pengelolaan sampah sejatinya sudah benderang. Namun, ia menyayangkan sikap Pemkab Jember pada periode-periode sebelumnya yang dinilai setengah hati dalam mengeksekusi regulasi tersebut.

Baca Juga: Sukses Lobi Rp 90 Miliar, Gus Fawait Sebut Jember Bakal Dapat Proyek Revitalisasi Terbesar se-Indonesia

Meski merasa mendapat warisan buruk, ia menegaskan tidak ingin terjebak dalam romantisme saling menyalahkan.

Sebagai orang nomor satu di Jember, ia menyatakan siap mengambil alih tanggung jawab dan menuntaskan persoalan yang mandek selama 18 tahun ini.

"Tapi tidak apa-apa. Karena saya bupatinya, kami carikan solusinya, kami selesaikan," katanya.

Sebagai langkah taktis, Gus Fawait, sapaan akrab dia, mulai menggalang kekuatan dari sektor pendidikan dan swasta.

Baca Juga: Gus Fawait Kembali Ungkap 2.300 Sekolah Rusak Berat Hasil Warisan Data Palsu, Minta Kepsek Stop Ngakali Dapodik

Ia meminta para kepala sekolah bertindak sebagai motor penggerak edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik sejak dari hulu.

Tak hanya itu, ia juga menyentil para pelaku usaha di Jember yang dinilai masih pasif dalam mengelola limbah mereka secara mandiri. Berbeda dengan dunia usaha di daerah lain.

"Para pengusaha di kabupaten lain itu bisa membuat pengelolaan sampah secara mandiri. Masa di Jember tidak bisa? Bisa lah! Tapi kami perlu dibantu oleh semua pihak, yang jelas kami akan berjuang, insyaallah masalah sampah di Jember ini bisa kita selesaikan," pungkasnya. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#pemilahan sampah #warisan sampah #TPA Pakusari #Jember #Gus Fawait