Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan peringatan keras sekaligus arahan kepada para ASN di lingkungan Pemkab Jember terkait pemanfaatan teknologi, seperti penggunaan Artificial Intelligence atau AI.
Ia meminta ASN wajib melek teknologi namun dilarang keras menggunakannya secara malas.
Arahan itu ia sampaikan seiring fenomena ASN yang kerap mengandalkan ChatGPT atau platform AI sejenis untuk menyusun laporan kinerja atau analisis data secara instan tanpa melakukan filter atau penyuntingan ulang.
"Kalaupun pakai ChatGPT dan sejenisnya, jangan langsung di-copy-paste, plek. Itu ketahuan. Saya kadang melihat analisa data-data, kadang ada miss-nya, atau ada ketidaksesuaian," katanya, saat memberi arahan di hadapan PNS baru, di Pendapa Wahyawibawagraha, 27 April 2026.
Selain soal laporan, ia juga mengingatkan para Kepala OPD untuk berhati-hati. Menurutnya, AI kini bisa digunakan untuk mendeteksi proses pengadaan barang dan jasa yang dinilai kurang pas atau mencurigakan.
Ia mengaku tidak ingin ASN hari ini justru gagap teknologi (gaptek), bahkan untuk aplikasi dasar sekalipun.
Meski begitu, ia memberi pemakluman terhadap Kepala OPD senior yang secara usia memang bukan generasi digital. Ia mencontohkan Kepala Baperinda Jember yang dinilainya tetap bisa memimpin dengan sukses meski lahir di era teknologi yang belum maju.
"Soal kepala OPD yang sudah senior, tidak bisa menggunakan teknologi ya maklum. Zaman beliau TV-nya masih hitam putih. Tapi beliau akan berhasil memimpin kalau menggunakan anak buahnya yang ahli teknologi untuk bekerja membantu beliau," katanya.
Ia meminta para ASN muda yang baru diangkat, menjadi mesin penggerak digitalisasi di instansi masing-masing, sekaligus ikut serta memasarkan potensi Jember ke luar daerah melalui energi positif di media sosial.
"Jadi bantu kami untuk menularkan energi positif, termasuk memasarkan Kabupaten Jember," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh