Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kerap Diprotes via Wadul Guse, Dapur MBG di Kaliwates Jember Diusulkan Tutup Usai Belasan Murid TK Keracunan

Maulana RJ • Kamis, 21 Mei 2026 | 07:41 WIB
"Banyuwangi di masa lalu mendapatkan support system rezim yang kuat selama 17 tahun. Sementara Jember, di bawah kepemimpinan Bupati saat ini, baru berjalan dua tahun." ACHMAD IMAM FAUZI, Kepala Bapenda Kabupaten Jember. (DISKOMINFO)

Pj. Sekda Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Achmad Imam Fauzi. (Dok. Wadul Guse)

Radar Jember - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember dinodai oleh insiden fatal. Belasan murid Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Kaliwates dilaporkan mengalami keracunan massal usai menyantap paket makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Kaliwates 7, yang berlokasi di Jalan Teratai.

​Ironisnya, dapur penyedia MBG tersebut ternyata sudah berulang kali menjadi rapor merah dan masuk dalam daftar keluhan masyarakat di kanal pengaduan resmi Wadul Guse, sebelum akhirnya insiden keracunan ini benar-benar pecah.

​Berdasarkan data resmi Satgas MBG Kabupaten hingga Kamis (21/5/2026) pagi, jumlah korban keracunan telah mencapai sedikitnya 18 anak. Akibat fatal dari hidangan tersebut, sejumlah balita harus dilarikan ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan intensif. Sebanyak 4 anak saat ini menjalani opname di RSU Kaliwates (RSUK), 1 anak dirawat di Puskesmas Kaliwates, 1 anak di Puskesmas Jember Kidul, sementara korban lainnya diperbolehkan rawat jalan.

Baca Juga: 18 Bocah TK Keracunan Menu MBG di Jember, 4 di Antaranya Harus Opname

​Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG langsung mengambil langkah ekstrem. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Achmad Imam Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi lagi kepada pengelola dapur di Jalan Teratai tersebut.

​"Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut," kata Fauzi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026) pagi.

​Fauzi mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa SPPG Mitra Kaliwates 7 sebenarnya sudah sering mendapat peringatan keras dari pemerintah daerah. Tragedi keracunan ini dinilai sebagai puncak gunung es dari buruknya tata kelola dan higienitas di dapur tersebut, yang selama ini kerap dikeluhkan warga melalui kanal Wadul Guse.

​"SPPG ini sering diingatkan karena sering masuk ke kanal Wadul Guse atas keluhan masyarakat," ungkap Fauzi.

Baca Juga: Gus Fawait Lobi Menkop! Koperasi Desa Merah Putih di Jember Disiapkan Jadi Pemasok Utama Program MBG!

Pasca-insiden memilukan ini, Satgas MBG berjanji akan memperketat pengawasan secara radikal. Lewat jaringan institusi di dalamnya, Satgas bakal proaktif turun langsung ke lapangan untuk menyisir dan mengecek kelayakan seluruh kondisi dapur MBG yang tersebar di tingkat kecamatan se-Kabupaten Jember.

​Secara terpisah, Bupati Jember menyatakan penyesalan mendalam atas kelalaian fatal yang mengorbankan anak-anak usia dini ini. Pihak Pemkab Jember juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan orang tua yang terdampak. Pemerintah berharap ketegasan menutup dapur bermasalah di Kaliwates ini menjadi sinyal keras agar kejadian serupa tidak pernah terulang lagi di Jember.

"Bupati Jember (Gus Fawait) menyesalkan kejadian tersebut. Dan mohon maaf pada korban dan orang tua korban. Semoga kejadian ini adalah kejadian terakhir terjadi di Kabupaten Jember," imbuh Fauzi.

Editor : Maulana RJ
#Jember #SPPG #Wadul Guse #keracunan #Makan Bergizi Gratis