Radar Jember - Proyek ambisius pembangunan kawasan Street Food di sepanjang Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto terus dikejar. Bupati Jember, Muhammad Fawait memastikan proyek ikonik ini terus berjalan sesuai rencana.
Hal itu ia nyatakan saat turun langsung meninjau lokasi (19/5) dan melihat progres di lapangan yang menunjukkan perjalanan mewujudkan pusat kuliner modern ini masih sangat panjang, sekitar 25-30 persen.
"Kalau dikatakan mau selesai, belum, masih jauh. Lampu-lampunya belum semua, gerobak-gerobak dengan nuansa Nusantara dan dunia juga belum," katanya, dalam keterangan resminya, Rabu (20/5).
Ia meyakinkan, kawasan ini akan disulap menjadi ruang publik yang estetis dan modern di malam hari.
Penataan jalan menggunakan struktur paving block yang rapi bakal dipercantik dengan lampu hias melengkung vertikal berwarna merah dan kuning menyerupai bentuk daun atau api.
Proyek ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat nongkrong baru, tetapi motor penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus destinasi wisata kuliner malam andalan di Jember.
Demi membangun rasa memiliki, Gus Fawait secara terbuka menantang kreativitas warga Jember untuk ikut menyumbang ide nama bagi kawasan kuliner malam ini.
"Kami mau cari nama nih untuk street food ini nanti. Kawan-kawan yang mau coba kasih nama, mau usul yang lucu-lucu juga boleh. Tapi kalau nanti usulnya kalah dengan yang bagus, jangan ngamuk ya," selorohnya.
Menariknya, Pemkab Jember memberikan perhatian khusus pada area di depan Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf.
Gus Fawait memastikan wilayah tersebut bebas dari lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah maupun estetika sekitar.
Sebagai gantinya, trotoar akan dilengkapi kursi bulat minimalis dengan konsep visual yang memukau.
"Nanti nuansanya di sini nuansa Eropa, menyesuaikan gereja. Dari pertigaan sampai ke sana nuansanya Eropa Klasik, jadi nanti gerobaknya juga menyesuaikan," katanya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh