Radar Jember - Panggung hiburan akbar yang dipusatkan di Alun-alun Jember dua hari kemarin (16-17/5) sukses menarik antusias masyarakat dari berbagai sudut kota hingga luar daerah.
Bahkan sektor informal, UMKM, PKL, hingga penyedia layanan seperti hotel, juga kecipratan berkah.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengemukakan, keputusannya memboyong karnaval yang dihelat oleh salah satu stasiun televisi nasional ini ke Jember bukan tanpa alasan.
Menurut dia, event ini sangat efektif menghidupkan denyut nadi perekonomian, sekaligus sarana hiburan di akhir pekan dengan hadirnya deretan artis, penyanyi dan band-band terkemuka di tanah air.
"Hari pertama pada Sabtu malam, tercatat sekitar 17.564 orang memadati area utama karnaval," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Lonjakan pengunjung terus terlihat saat memasuki hari kedua. Tercatat sebanyak 40 ribuan lebih yang berada di dalam area Alun-alun saja. Jumlah itu belum termasuk yang di sekeliling Alun-alun.
"Ini bagian ikhtiar kita untuk memperkenalkan Jember, kalau tidak kerja sama dengan televisi nasional, datangkan artis begitu banyak, kita ga mampu," kata Gus Fawait, (18/5).
Efek domino ekonomi ini langsung dirasakan nyata oleh berbagai sektor krusial di Jember.
Sektor perhotelan dilaporkan panen raya dengan lonjakan okupansi yang drastis akibat serbuan kru produksi dan pelancong luar daerah.
Di sisi lain, ribuan pelaku UMKM lokal mendadak kebanjiran omzet karena produk mereka diserbu lautan massa.
"Saya selalu sampaikan, kalau bikin acara jangan yang kecil-kecil karena tidak akan berdampak pada apa pun. Event seperti ini tidak boleh hanya jadi seremoni, tapi harus memberikan multiplier effect," pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh