PATRANG, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait, memberikan peringatan keras kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja dilantik di Pendapa Wahyawibawagraha, belum lama ini (27/4/2026).
Dalam arahannya, ia menyinggung fenomena Deep State atau negara bayangan yang berpotensi menghambat akselerasi pembangunan di Jember.
Gus Fawait menegaskan bahwa loyalitas ASN adalah harga mati. Ia tak ingin ada oknum birokrasi yang bermain di luar kendali demokratis atau bahkan sengaja memperlambat kebijakan yang telah disusun oleh pemerintah terpilih.
Ia mengungkapkan kewaspadaan terhadap Deep State yang merupakan atensi langsung dari tingkat pusat. "Pak Prabowo selalu mengingatkan kami, hati-hati Deep State. Ini adalah kondisi di mana birokrasi—mudah-mudahan tidak ada di Jember—ingin menghalangi, baik sengaja maupun tidak sengaja, terhadap tujuan kebijakan dari pemimpin yang dipilih secara demokratis," katanya, di hadapan para ASN.
Menurutnya, penghambatan tersebut tidak selalu dilakukan secara frontal. Deep State dalam birokrasi bisa bermanifestasi dalam bentuk tindakan memperlambat prosedur, sabotase kebijakan secara halus, hingga sikap tidak loyal yang merugikan kepentingan publik.
Ia menyatakan tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika menemukan indikasi pembangkangan birokrasi di masa kepemimpinannya. "Kalau di era saya, jangan ada yang kelihatan Deep State, apalagi secara terang-terangan. Pasti akan kami tindak, meski harus melapor ke provinsi atau ke pusat," katanya.
Gus Fawait meminta seluruh ASN untuk bekerja maksimal di posisinya masing-masing sebagai bentuk dukungan nyata bagi pemerintah.
Ia juga membuka ruang komunikasi dua arah melalui platform digital guna memangkas sekat birokrasi yang kaku. "Saya titip, bantu saya. Saya menyediakan saluran yang namanya Wadul Guse, bukan saja untuk menampung keluhan, kalau ada ide bagus, silakan masukkan," pungkasnya.
Editor : Maulana RJ