Radar Jember - Kementerian Sosial (Kemensos) mengapresiasi langkah Pemkab Jember yang telah melakukan ground checking dengan mengerahkan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Jember untuk melakukan verifikasi dan validasi (Verval) data-data kemiskinan.
Khususnya yang masuk dalam tingkat kesejahteraan paling bawah, miskin ekstrem atau di Desil 1.
Hal itu ditegaskan saat lawatan Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama Sekda dan Anggota TP3D, ke Kantor Kemensos, di Jakarta, Kamis (7/5).
Saat itu, rombongan ditemui langsung oleh Wamensos Agus Jabo Priyono, beserta jajarannya. Keduanya membahas banyak hal terkait upaya penanganan kemiskinan di Jember.
Dalam keterangan resminya, Wamensos Agus Jabo merespon positif inisiatif Pemkab Jember dalam urusan data-data kemiskinan.
Ia menekankan akurasi data penerima bantuan sosial (Bansos) agar lebih tepat sasaran.
Akurasi data ini diyakini sebagai salah satu ikhtiar untuk memastikan keadilan dan hak-hak setiap warga, khususnya Desil 1, benar-benar tepat sasaran, sekaligus memastikan program-program pengentasan kemiskinan lebih terukur.
Dalam banyak kesempatan, Gus Fawait menyatakan upayanya mengerahkan 21.926 ASN turun ke rumah-rumah warga, bukan tanpa alasan.
Menurutnya, kemiskinan ekstrem di kota berpenduduk 2,6 juta ini sudah cukup kronis, memicu ragam permasalahan yang kompleks.
Mulai dari stunting, AKI-AKB, rendahnya tingkat partisipasi sekolah, hingga rendahnya pendapatan masyarakat.
"Kemiskinan kita di Jember ini, dalam satu dekade terakhir tidak pernah di bawah 200 ribu jiwa, ini sudah kondisi krisis. Maka kalau krisis, akademisi sampai ASN, perlu bahu-membahu membantu menangani," katanya.
Ia juga memastikan, seusai Verval dan lawatannya ke kementerian ini, Pemkab Jember akan terus berkolaborasi dengan pemerintah di atasnya demi target penurunan kemiskinan Jember bisa efektif terkoreksi di bawah 200 ribu jiwa. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh