Radar Jember - Pelepasan jamaah haji kali ini bukan sekadar urusan ibadah spiritual, tetapi ujian ketangguhan fisik bagi para tamu Allah.
Di tengah cuaca dan tantangan di Tanah Suci, Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan wejangan khusus agar jamaah benar-benar menyiapkan stamina ekstra.
"Ibadah haji ini bukan cuman ibadah batin saja, tapi juga ibadah fisik, ibadah zahir, dan perlu kesehatan yang baik," katanya, di sela-sela pemberangkatan 2.956 calon jemaah haji (CJH) Jember, di Balai Serbaguna Kaliwates, Senin (4/5).
Gus Fawait, sapaan akrab dia, menyatakan bahwa tantangan kesehatan memang menjadi perhatian serius, mengingat sekitar 350 jemaah asal Jember masuk dalam kategori risiko tinggi.
Ia meyakinkan bahwa tim pendamping yang diberangkatkan mayoritas berusia muda dan memiliki kompetensi medis untuk memberikan pengamanan maksimal.
Selain pesan kesehatan, ia juga menitipkan doa khusus kepada ribuan jemaah untuk keselamatan Indonesia, di tengah ketidakstabilan geopolitik dunia saat ini.
"Kami juga mohon doa untuk Indonesia, terutama Presiden kita Bapak Prabowo. Mudah-mudahan selalu diberikan panjang umur dan kesehatan, karena kita tahu bahwa tantangan dunia hari ini luar biasa, apalagi dengan adanya ketidakstabilan di Timur Tengah," harapnya.
Ia meyakini, doa dari para jemaah haji di tempat-tempat mustajab diharapkan menjadi benteng spiritual tambahan bagi kestabilan harga kebutuhan pokok dan subsidi bagi rakyat kecil.
"Saya minta doa, mudah-mudahan Indonesia bisa terus tangguh menghadapi ancaman krisis ekonomi," imbuh Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh