Radar Jember - Suasana khidmat menyelimuti Balai Serba Guna (BSG) Kaliwates Jember, saat ribuan calon jamaah haji (CJH) bersiap memulai perjalanan suci mereka menuju tanah suci, Senin (4/5).
Lantunan sholawat dan doa dari para ulama serta jajaran Forkopimda mengiringi keberangkatan 2.956 CJH menunaikan ibadah rukun Islam kelima ini.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan standar pelayanan, baik saat pemberangkatan maupun kepulangan nanti.
Menurutnya, Jember menjadi salah salah satu basis jamaah haji terbesar di Jawa Timur yang terbagi dalam 9 kloter pemberangkatan.
"Kami bersama pihak kementerian dan jajaran Pemkab Jember, akan berikhtiar bagaimana proses pemberangkatan dan juga kedatangan nanti, lebih baik dan lebih baik lagi," katanya.
Salah satu komitmen ini dibuktikan dengan perubahan strategis lokasi pemberangkatan yang biasanya dipusatkan di jantung kota, kini digeser ke wilayah barat, di Kecamatan Tanggul.
"Dulu kasihan yang dari Jombang, Kencong, Umbulsari, Tanggul, Bangsalsari, masih ke timur habis itu ke barat. Maka kita putuskan pemberangkatan nanti di Kecamatan Tanggul," imbuh Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada seremoni, tetapi juga pada mitigasi risiko kesehatan bagi 350 CJH untuk memastikan setiap jamaah mendapatkan pengawalan medis yang optimal selama di Tanah Suci, Arab Saudi.
"Pasti akan dikawal, para pendamping haji muda-muda, pelaksanaan haji tahun ini harus lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi sekarang Kementerian Haji dan Umrah tersendiri. Ini adalah terobosan Presiden yang sangat luar biasa karena jamaah haji terbesar di dunia itu dari Indonesia," pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh