Gus Fawait Ingatkan Kepala Sekolah: Rangkul Wali Murid di Pinggiran agar Karakter Anak Tak Menemui Jalan Buntu
Maulana RJ• Senin, 4 Mei 2026 | 08:49 WIB
"Kalau di sekolah diajarkan baik tapi di rumah tidak ada contoh yang baik, itu akan jadi titik lemah kita." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait mengingatkan para kepala sekolah bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak bisa hanya bersandar pada pundak guru di sekolah.
Dalam Talkshow Pendidikan bertema Transformasi Pendidikan Anak di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu (2/5), Gus Fawait menekankan pentingnya keterlibatan keluarga.
Menurut dia, jam belajar di sekolah sangat terbatas dibandingkan waktu yang dihabiskan anak di rumah. Tanpa dukungan lingkungan keluarga yang positif, transformasi karakter anak akan menemui jalan buntu.
"Pendidikan tidak akan berhasil kalau hanya di sekolah. Di rumah, siapa gurunya? Ya orang tua dan keluarga. Kalau di sekolah diajarkan baik tapi di rumah tidak ada contoh yang baik, itu akan jadi titik lemah kita," ujar Gus Fawait di hadapan ratusan kepala sekolah dan praktisi pendidikan terkemuka, Dr. Itje Chodidjah.
Kepala daerah yang juga pengasuh untuk sekitar 1.500 santri di pondok pesantrennya ini bahkan mendorong sekolah -terutama yang berada di wilayah pinggiran, perkebunan, dan pesisir- untuk lebih aktif merangkul wali murid.
Ia ingin sekolah menjadi wadah pencerahan bagi keluarga agar tidak hanya menuntut fasilitas gratis, tetapi juga ikut bertanggung jawab atas perkembangan moral anak. Sinergi ini diyakini akan menciptakan pendidikan inklusif bagi anak.
"Guru harus menjadi teladan, baik di kelas maupun di luar kelas. Jangan sampai di kelas tegas, tapi di luar malah melet-melet joget TikTok yang tidak pantas. Keluarga juga minimal tidak memberikan contoh negatif saja, itu bagi saya sudah luar biasa," pungkas dia. (mau/bud)