Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan apresiasi tinggi terhadap kondusivitas yang dijaga oleh para buruh dan pengusaha di Jember.
Sejak menjabat pada 2025, ia menilai tidak ada gejolak yang melenceng dari aturan, dan hal itu diyakininya sebagai modal penting bagi stabilitas daerah.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, menekankan tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara hak buruh dan keberlangsungan investasi.
Baca Juga: Perkuat Perlindungan Warga Jember di Luar Negeri, Gus Fawait Targetkan Pendirian Pos P4MI di Daerah!
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal urusan Upah Minimum Kabupaten (UMK) agar tetap kompetitif dibanding wilayah sekitar, tanpa membuat investor kabur dan tetap membawa Jember sebagai kota yang ramah investasi.
"Saya harus menjaga dua-duanya. Investor kita jaga, buruh kita jaga, termasuk urusan kesejahteraan dan UMK. Insyaallah Jember lebih baik dibanding beberapa kabupaten sekitar," katanya, saat peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (1/5),
Selain fokus pada kebijakan upah, Gus Fawait memaparkan bahwa kesejahteraan buruh di Jember juga diproteksi melalui program jaring pengaman sosial.
Skema Universal Health Coverage (UHC) tetap menjadi prioritas utama untuk menjamin kesehatan gratis bagi keluarga pekerja.
Tak hanya itu, sektor pendidikan bagi anak-anak buruh juga menjadi atensi melalui program beasiswa pemkab.
"Tidak sedikit putra-putri buruh yang mendapatkan beasiswa tersebut. Ini adalah ikhtiar kita agar Jember bisa bangkit," tambah dia. (mau/bud)