Radar Jember - Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember yang mengadu nasib di luar negeri, terus menjadi atensi pemerintah daerah.
Setelah meresmikan klinik medical checkup khusus untuk calon PMI di RSD Balung, langkah berlanjut dengan audiensi ke pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, kami datang untuk memastikan dan memperkuat perlindungan bagi warga Jember yang berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia," kata Bupati Jember Muhammad Fawait, saat mengunjungi kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta, (29/4).
Dalam lawatannya itu, ia ditemui Sekjen Kementerian PPMI/P2MI, Komjen Pol. Dwiyono, dan mengutarakan banyak hal.
Salah satunya terkait upaya mewujudkan tata kelola PMI yang inklusif, dengan layanan administrasi PMI yang terintegrasi dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) Jember.
Namun, Gus Fawait, sapaan dia, tidak ingin berhenti di situ. Ia kini tengah berjuang mendapatkan lampu hijau dari MenPANRB untuk mendirikan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Jember
Kehadiran pos ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memantau dan memberikan bantuan hukum secara cepat bagi para pekerja.
"Layanan PMI sudah tersedia di MPP, sambil kita menunggu persetujuan MenPANRB terkait pembentukan P4MI di daerah kita," imbuh dia. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh