Radar Jember - Memiliki calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dibekali skill dan sertifikasi, menjadi atensi langsung dari Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Sebagai bagian upaya menurunkan kemiskinan ekstrem, ia tidak hanya menempatkan PMI sebagai pahlawan devisa, tetapi menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kementerian PPMI dan ditemui Sekjen PPMI, Komjen Pol. Dwiyono, di Jakarta (29/4), Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengungkapkan rencana ambisiusnya untuk melatih 1.000 Calon PMI asal Jember.
Ia menginginkan mengubah wajah pekerja migran dari sekadar sektor informal menjadi tenaga profesional yang memiliki skill yang relevan dengan kebutuhan pasar global.
Sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan kerja akibat prosedur yang salah.
"Pelatihan 1.000 Calon PMI bersinergi dengan KP2MI dan Kemenaker. Dengan integrasi Program Magang Nasional, kita pastikan putra-putri Jember berangkat sebagai PMI dengan kompetensi terbaik dan risiko kerja yang minim," katanya.
Ia meyakini, membekali calon PMI dengan skill yang mumpuni adalah cara paling bermartabat untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jember.
"Ini komitmen kami melindungi pahlawan devisa sekaligus upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jember," pungkas mantan legislator DPRD Jatim itu. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh