Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait, memberikan pesan tegas sekaligus peringatan keras kepada 223 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Jember, yang baru dilantik di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (27/4).
Ia menyatakan, para abdi negara muda ini bukan sekadar jabatan administratif, tetapi menjadi mesin utama pengentasan kemiskinan ekstrem yang membelenggu Jember selama satu dekade.
"Kami minta para ASN bertekad dan satu tujuan untuk mengentaskan kemiskinan, karena tujuan berbangsa dan bernegara sekali lagi, adalah untuk kesejahteraan dan itu dihitung dari pengentasan kemiskinan," katanya, ditemui seusai pelantikan.
Baca Juga: Gus Fawait Tantang RSD Balung: Klinik CPMI Jangan Cuma Murah, Layanan Harus Humanis!
Ia mewanti-wanti agar ASN tidak sekedar duduk manis di belakang meja, menjalankan rutinitas yang monoton.
Ia menginginkan ASN berperan aktif dalam program-program prioritas pemerintah daerah, termasuk dalam hal pengentasan kemiskinan.
Lebih jauh, Gus Fawait, sapaan dia, menyebut angka kemiskinan ekstrem di Jember tak pernah mampu menyentuh angka di bawah 200 ribu jiwa selama sepuluh tahun terakhir.
Karena itu ia menuntut para ASN baru untuk tidak berpangku tangan. "ASN sudah melakukan verval di Desil 1. Untuk Desil 2 dan seterusnya nanti ada juga untuk verval," imbuh dia.
Ia juga menegaskan seluruh lini, dari Sekretaris Daerah hingga Kepala OPD, wajib terlibat dalam verval data kemiskinan.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! ASN Jember Temukan Data Bansos Salah Sasaran, Gus Fawait Beri Apresiasi Tinggi!
Selain verval, ia juga menuntut ASN menyebarkan narasi positif dan optimisme pembangunan daerah.
"Memajukan Jember tidak bisa dilakukan oleh satu, dua orang, tapi dilakukan bersama-sama. Insyaallah ini akan menjadi kekuatan baru. Kita akan berjuang bagaimana kemiskinan bisa di bawah angka Rp200 ribu jiwa," pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh