Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Fawait Bagikan Kisah Pj. Sekda yang Menampar Nurani ASN: Ada Nasi Berlauk Sambal di Piring Warga Miskin!

Maulana RJ • Selasa, 28 April 2026 | 18:22 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait, saat melantik 223 ASN baru, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, (27/4/2026). (Foto: Maulana/Radar Jember)
Bupati Jember Muhammad Fawait, saat melantik 223 ASN baru, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, (27/4/2026). (Foto: Maulana/Radar Jember)

PATRANG, Radar Jember - Suasana pelantikan 223 ASN baru Pemkab Jember (27/4/2026) di Pendapa Wahyawibawagraha, sempat seketika berubah hening tanpa ada sorak-sorai.

Saat itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, baru saja membagikan kisah pilu yang dialami oleh Pj. Sekda Jember, Akhmad Helmi Lukman, saat terjun langsung melakukan verifikasi dan validasi (Verval) data kemiskinan ekstrem di lapangan.

Gus Fawait, sapaan akrab dia, menceritakan momen saat sang Pj. Sekda mendatangi salah satu rumah warga miskin ekstrem. 

Di sana, kata dia, tidak ada kemewahan, bahkan untuk sekadar kebutuhan dasar pun mereka harus berjuang keras. 

"Rumahnya tidak layak, makannya seadanya. Bahkan saat pak Pj. Sekda turun, ada warga makannya hanya nasi. Hanya nasi pakai lombok, untuk sambal saja," katanya, di hadapan 223 ASN yang baru dilantik saat itu, (27/4/2026).

Baca Juga: Head to Head Jember vs Banyuwangi: Bapenda Sebut New Power Jember Mulai Lampaui Old Power!

Bagi Gus Fawait, kewajiban verval bagi setiap ASN—yang hanya diminta menyisir 3 hingga 5 rumah—bukan sekadar formalitas administrasi. 

Ia mengaku sengaja tidak ingin menggunakan jasa pihak ketiga, meski hal itu bisa dilakukan dengan lebih cepat.

​"Saya ingin memberikan pesan, saya tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Saya ingin para ASN saya melihat kondisi riil di bawah. Jangankan makan mewah, untuk makan seadanya saja, mereka harus mencari di hari yang sama," katanya, sambil mengernyitkan dahi.

Baca Juga: Biaya CPMI Cuma Rp450 Ribu! Klinik Khusus Pekerja Migran di Jember Diklaim Termurah se-Jatim

Kisah tentang perjuangan hidup warga yang hanya mampu makan nasi berlauk sambal seolah menjadi pukulan telak bagi para abdi negara. 

Keheningan di Pendopo saat itu menjadi bukti bahwa cerita dan pengalaman saat Verval telah menampar nurani mereka. 

Gus Fawait juga menyatakan bahwa ingin agar para ASN tidak lagi bekerja di balik meja, tetapi memahami bahwa di balik data statistik, ada nyawa manusia yang sedang berjuang melawan lapar setiap harinya.

"Dan kenapa saya harus meminta tolong ASN? Selain menvalidkan data, saya ingin ngasih tau, bahwa banyak saudara-saudara kita yang hari ini masih dalam kategori miskin ekstrem. Saya tidak bisa menyelesaikan ini sendiri, siapa? Para ASN, yang tau kondisi di bawah," tambah dia.

Baca Juga: Gus Fawait Tantang RSD Balung: Klinik CPMI Jangan Cuma Murah, Layanan Harus Humanis!

Dengan melihat langsung penderitaan rakyat, ia mengharapkan para ASN akan memiliki tanggung jawab moral lebih besar untuk membantu program-program prioritas pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Jember.

"Kalau tujuannya hanya niat survei saja, kita bisa pakai pihak ketiga, selesai. Tapi saya ingin menggunakan tim saya, para ASN saya, mengetahui kondisi rill di bawah bahwa masih banyak masyarakat Jember yang kondisinya masih miskin ekstrem," katanya. 

Editor : Maulana RJ
#Jember #Kemiskinan Ekstrem #miskin ekstrem #Gus Fawait #ASN